Kabar Baik untuk Pengguna Vaksin Primer Sinovac dan Mendapatkan Booster AZ-Pfizer

Rusmanto

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Kabar Baik untuk Pengguna Vaksin Primer Sinovac dan Mendapatkan Booster AZ-Pfizer
detikcom
Winnetnews.com -  Studi baru di Chili yang diterbitkan The Lancet menunjukkan efektivitas pemberian vaksin COVID-19 booster heterolog pada pengguna vaksin Sinovac dosis 1 dan 2. Dilaporkan, imunitas atau kekebalan yang timbul lebih tinggi dibandingkan homolog.

Artinya, mereka yang menerima dua dosis primer vaksin Sinovac lebih baik melanjutkan suntik booster dengan jenis vaksin yang berbeda.

Adapun riset ini dilakukan oleh sejumlah ahli dari Institute of Science and Innovation in Medicine, Clinica Alemana Universidad del Desarrollo, hingga Kementerian Kesehatan Chili.

Para ahli menganalisis efektivitas vaksin COVID-19 booster yang diberikan secara heterolog ke pengguna Sinovac memakai AZD1222 (Oxford-AstraZeneca) dan BNT162b2 (Pfizer-BioNTech). Ada 11.174.257 warga Chili mengikuti penelitian ini, 4.127.546 di antaranya menyelesaikan jadwal imunisasi primer (dua dosis) dengan CoronaVac dan menerima dosis booster selama masa studi.

Dari total warga tersebut, terdapat 1.921.340 peserta menerima vaksin booster AstraZeneca. 2.019.260 (48,9 persen di antaranya) menerima vaksin COVID-19 Pfizer BNT162b2 dan 186.946 menerima vaksin booster homolog dengan CoronaVac.

Hasilnya, efektivitas vaksin COVID-19 dalam mencegah gejala pada mereka yang menerima booster homolog Sinovac hanya 79 persen. Sedangkan mereka yang menerima booster Pfizer melaporkan efektivitas lebih tinggi yakni 97 persen dan AstraZeneca 93 persen.

Begitu juga terkait angka kematian COVID-19, kasus rawat inap dan ICU, penerima booster homolog tetap memiliki angka efektivitas lebih rendah dibandingkan penerima booster heterolog.

"Hasil kami menunjukkan bahwa dosis ketiga vaksin Sinovac (Coronavac) atau menggunakan vaksin booster yang berbeda seperti vaksin Pfrizer-BioNTech dan Astra Zeneca pada pengguna vaksin primer Sinovac, sama-sama memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap COVID-19, termasuk penyakit parah dan kematian," terang para peneliti.

"Namun, menerima vaksin booster berbeda dengan vaksin primer menghasilkan efektivitas vaksin lebih tinggi daripada kembali disuntik vaksin Sinovac (Coronavac) untuk dosis ketiga, baik dalam mencegah rawat inap hingga kematian," sambungnya.

Berikut rincian temuan efektivitas booster vaksin COVID-19 heterolog pada penerima Sinovac di dosis primer:

1. Penerima booster Pfizer:

  • Mencegah kasus rawat inap: 96 persen
  • Mencegah masuk ICU: 96 persen
  • Mencegah kematian: 97 persen

2. Penerima booster AstraZeneca:

  • Mencegah kasus rawat inap: 98 persen
  • Mencegah masuk ICU: 99 persen
  • Mencegah kematian: 98 persen

3. Penerima booster Sinovac:

  • Mencegah kasus rawat inap: 86 persen
  • Mencegah masuk ICU: 92 persen
  • Mencegah kematian: 87 persen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pengguna Sinovac yang Dibooster AZ-Pfizer Boleh Gembira! Ada Kabar Baik Nih"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...