Kabinet Jokowi, Golkar Tak Minta Jatah Kursi Menteri

Kabinet Jokowi, Golkar Tak Minta Jatah Kursi Menteri

WinNetNews.com - Setelah memutuskan bergabung dengan Pemerintahan, diisukan bahwa Golkar nantinya akan mendapat jatah kursi di kabinet. Disinggung soal itu, partai berlambang pohon beringin mengaku tak pernah memintah jatah kursi.

"Itu kan hak prerogratif Presiden, dan kami juga tidak pernah dalam posisi meminta. Kami tidak pernah intervensi Jokowi," kata Juru Bicara Setya Novanto, Nurul Arifin dalam diskusi bertajuk 'Partai Politik Pasca Munaslub' di Foodtopia, Tebet.

Nurul menjelaskan, alasan pihaknya memutuskan untuk bergabung dengan Pemerintahan bukan karena Golkar tak bisa lepas dari kekuasaan, melainkan karena murni ingin mendukung program Jokowi yang pro rakyat dan sesuai dengan cita-cita.

Keputusan Golkar yang secara tiba-tiba mendukung Pemerintahan sangat mengagetkan khalayak publik. Terlebih, ketua umum Golkar sebelumnya, Aburizal Bakrie sempat mengatakan bahwa Golkar boleh saja mendukung Pemerintah namun tak perlu masuk koalisi.

"Kami pikir ini tidak terlalu cepat, kita sudah tahu bahwa ada invisible hand yang sudah bermain. Ada dari pihak luar yang mungkin menghendaki perubahan di tubuh Golkar. Kalau dikatakan tiba-tiba itu tidak tiba-tiba, karena prasyarat melakukan Munaslub itu juga yang mungkin diminta Pemerintah kan," jelas Nurul.

Tak hanya itu, secara mengejutkan Setya Novanto pun mengatakan bahwa Jokowi ialah calon presiden 2019. Terkait hal itu, Nurul mengaku alasan Golkar mendukung Jokowi tak lepas dari rekam jejaknya selama ini.

"Kami melihat secara realitas di lapangan bahwa Jokowi masih sangat tinggi surveinya dan kemudian beliau butuh dukungan juga di parlemen secara signifikan dan kuat. Karena respon dari masyarakat daerah antusiasmenya sangat luar biasa kepada Jokowi. Kami tidak ingin katakan Jokowi milik kami dan PDIP kompetitor. Kami ingin PDIP anggap kami sebagai mitra bukan kompetitor dan keinginannya sama kalau untuk membangun cita-cita masyarakat kenapa tidak?," tukasnya.