(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kabut Asap Tak Akan Usai Hanya Dengan Tagar #TerimakasihIndonesia

Rani
Rani

Kabut Asap Tak Akan Usai Hanya Dengan Tagar #TerimakasihIndonesia

Jakarta, wingamers - Hal yang cukup menusuk hati adalah, di dunia maya para nitizen penduduk negeri jiran ramai-ramai melontarkan hujatan dan sindiran melalui tagar #TerimaKasihIndonesia. Tagar tersebut digunakan sejak hari jumat (11/9) dan telah digunakan oleh 12 ribu lebih pengguna.

image0

Rakyat Malaysia dan Singapura mengeluhkan kiriman kabut asap yang mampir ke negaranya. Memang bencana kabut asap ini merugikan sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura karena kabut asap berbahaya bagi kesehatan warga setempat. Namun, seharusnya sebagai seorang nitizen yang bijak harus memandang setiap kasus dari dua sisi.

Apakah hujatan dan sindiran mereka di media sosial twitter bisa membantu mengatasi persoalan kabut asap yang terjadi saat ini? Tentu saja tidak.Hal ini justru makin memperkeruh suasana. Kicauan-kicauan mereka justru melukai hati rakyat Indonesia.

Perlu diketahui, bahwa kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Indonesia sebagian besar terjadi akibat faktor kesengajaan atau kelalaian dari oknum perusahaan. Sedikitnya ada 10 perusahaan yang terlibat dalam kasus pembakaran lahan. Polisi juga sudah menetapkan 127 orang menjadi tersangka.

10 perusahaan tersebut berada di wilayah Sumsel, Riau, Kalbar dan Kalteng. 10 perusahaan itu adalah PMH, RPP, RBS, LIH, MBA, GAP, ASP, KAL, RJP dan SKM. Beberapa perusahaan tersebut ada yang merupakan perusahaan asing. Sejumlah tersangka mengakui sengaja membakar hutan. Ada juga yang tidak mengakui, tapi bisa disebut melakukan pembiaran.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi bencana kabut asap. Mulai dari pemadaman jalur udara (water bombing), pemadaman jalur darat, hingga pengusutan dan penangkapan tersangka. Namun, dari tahun ke tahun para tersangka sepertinya masih belum jera. Hukuman tegas yang sepadan harus lebih digalakan untuk para pembakar hutan.

Dengan fakta-fakta di atas, masih pantaskah sindiran bertagar #TerimakasihIndonesia itu bertebaran di media sosial nitizen Malaysia dan Singapura? Sebab masyarakat yang tidak berdosa di Pulau Sumatera khususnya merasakan penderitaan yang sama akibat kabut asap. Bahkan telah merenggut korban jiwa, yakni gadis kecil bernama Mahanum Angriawati dari kota Pekanbaru, Riau.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});