Skip to main content

Kadis Perkebunan Sumut Mengaku dipalak Rp 200 juta Untuk Suap DPRD

Kadis Perkebunan Sumut Mengaku dipalak Rp 200 juta Untuk Suap DPRD
Kadis Perkebunan Sumut Mengaku dipalak Rp 200 juta Untuk Suap DPRD

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara Herawati mengakui harus menyerahkan Rp 500 juta dari anggaran belanja langsung untuk uang ketok kepada Pemprov Sumut. Herawati diperintah menyerahkan uang itu kepada Kabiro Keuangan Sumut Fuad Lubis.

Diketahui, Sekretaris Daerah, Nurdin Lubis, dan Kabiro Keuangan Baharudin Siagian minta dana 5 persen anggaran belanja langsung yang diminta para SKPD itu diperuntukkan sebagai uang ketok memuluskan persetujuan terhadap laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumut Tahun 2012, Persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Provinsi Sumut TA 2013, Persetujuan APBD Provinsi Sumut TA 2014."Seminggu sebelum lebaran berapa lama, Pak Lubis minta Rp 500 juta tapi saya gak punya. Dan saya berikan Rp 200 juta. Kalau enggak mau berikan dilaporkan ke Gubernur," katanya ketika menjadi saksi dengan terdakwa Kamaluddin Harahap sebagai mantan wakil ketua DPRD Provinsi Sumut masa jabatan 2009 - 2014 pada kasus penerimaan suap oleh Gubernur non aktif Sumut, Gatot Pudjo Nugroho, di ruang sidang pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/3).

Herawati menjelaskan, dia terpaksa mengumpulkan uang Rp 200 juta yang diperoleh dari rekanan SKPD. "Kan itu wajib partisipasinya. Bunyinya seperti itu tergantung kesanggupan kita," tuturnya. Lalu, Herawati pun menceritakan tidak mengetahui sebelumnya uang itu untuk anggota dewan. Dia baru mengetahui saat ada kasus yang menimpa pimpinannya."Saya baru tahu itu buat uang anggota Dewan pas Pak Gatot ramai-ramai di media," jelas Herawati.

Kemudian, dirinya pun mengakui antar SKPD tidak saling menyampaikan permintaan 5 persen itu berbeda-beda. "Tahu. Tapi kita tidak saling memberikan angka pak. Tahu semua tahu. Ini sifatnya bisik-bisik," tambahnya.

Sumber&foto:merdeka.com

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top