Kadishub DKI Terancam Dipecat Karena Tuntutan Dari Para Sopir Angkot
Sumber : Istimewa

Kadishub DKI Terancam Dipecat Karena Tuntutan Dari Para Sopir Angkot

Senin, 22 Jan 2018 | 18:05 | Oky

Winnetnews.com - Dugaan perilaku koruptif oknum petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta diungkapkan oleh para sopir angkot.

Dugaan itu disampaikan oleh salah satu sopir angkot, Mikrolet M 08 Tanah Abang-Kota, Abdul Rasyid saat berdemo bersama ratusan pengemudi angkot lainnya, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Dia menjelaskan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI, hanya ada 213 yang boleh beroperasi di Pasar Tanah Abang. Namun pada kenyataannya, ada lebih dari 350 angkot yang hilir mudik di sana. Artinya ada lebih dari 100 unit angkot yang 'bodong'. Hal itulah menurutnya yang menyebabkan kemacetan para di kawasan pasar grosir terbesar se Asia Tenggara itu.

"Pembludakan angkot ada di jalan bukan kesalahan supir, tapi kesalahan Dinas Perhubungan," tegasnya dalam orasinya.

Dia menduga, ada praktik koruptif yang dilakukan oleh oknum Dishub DKI. Yang mana dengan membayarkan sejumlah uang, angkot bodong itu tidak perlu mendaftar secara resmi, namun sudah boleh beroperasi.

Dia pun meminta aparat berwenang untuk turun ke lapangan dan mengecek kebenaran dugaan perilaku menyimpang tersebut.

"Saya minta semua anggota (pihak berwenang) tolong ini diselidiki. Periksa satu-satu. Kemana trayek yang bodong itu masuknya. Kas negara atau perut mereka. Jadi jangan kambinghitamkan sopir," ujarnya.

Jika terbukti ada penyimpangan, menurut dia, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus segera memecat Andri Ansyah dari jabatn Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.

"Kalau bersalah, negara ini negara hukum. Barang siapa yang makan duit izin trayek jadi usaha, harus diganti. Tidak ada kompromi," tegasnya lagi.

Keberadaan ratusan angkot bodong itu kata dia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pendapatan sopir angkot resmi penghasilannya semakin berkurang.

"Saya ini taat pajak Pak. Bukan orang koruptor. Saya hanya mencari sesuap nasi. Hanya itu aja," pungkasnya menyesalkan.

Ratusan sopir angkot yang biasa beroperasi di daerah Tanah Abang menggeruduk Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin.

Pemrov DKI Jakarta menutup sebagian ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif. Kebijakan ini diambil Pemrov DKI karena mau menata kawasan Pasar Tanah Abang. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...