Kaitan Antara Stres dan Sesak Napas

Rusmanto
Rusmanto

Kaitan Antara Stres dan Sesak Napas ilustrasi
Winnetnews.com -  Stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk menimbulkan sesak napas sekalipun Anda tidak menderita gangguan pernapasan. Bahkan, beberapa di antara mereka mengalami sesak napas hebat ketika dalam keadaan tertekan. Lantas, apa yang menyebabkan hal ini?

Hubungan antara stres dan sesak napas

Saat dihadapkan pada situasi yang memicu stres, otak Anda berada pada posisi fight or flight (melawan atau lari). Hipotalamus pada otak, bagian yang merangsang produksi hormon, kemudian mengirimkan sinyal menuju kelenjar adrenal untuk melepas hormon kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon tersebut meningkatkan berbagai fungsi tubuh, termasuk denyut jantung guna menambah aliran darah menuju organ-organ penting. Laju napas Anda juga akan meningkat drastis untuk mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh dengan cepat.

Mekanisme ini sebenarnya berguna untuk mempersiapkan tubuh dalam menanggapi bahaya. Namun pada saat yang sama, hormon stres dapat mempersempit otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah.

Pernapasan juga menjadi tidak efektif karena tanpa sadar Anda menarik napas dengan pendek dan cepat, bukan perlahan dan dalam seperti pada kondisi normal. Seluruh perubahan ini akhirnya membuat Anda sesak napas saat mengalami stres.

Selain ketika stres, Anda juga bisa mengalami kesulitan bernapas saat merasa panik, cemas, gugup, atau bahkan bersedih. Ketiga kondisi ini memicu reaksi hormon yang sama sehingga efeknya pun serupa pada tubuh Anda.

Apa Reaksi Kamu?