Kaitan Kesehatan dengan Patah Hati yang Berlarut-larut
ilustrasi

Kaitan Kesehatan dengan Patah Hati yang Berlarut-larut

Selasa, 3 Des 2019 | 17:57 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Patah hati bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada yang disebabkan oleh kematian orang-orang yang terkasih, atau berpisah dengan pasangan yang selama ini selalu bersama. Masalahnya adalah jika sampai patah hati berlarut-larut, dampaknya bisa membahayakan kesehatan.

Dampak Kesehatan Patah Hati yang Berlarut-Larut

Banyak orang yang menganggap remeh patah hati. Bahkan, orang-orang yang sedang dalam kondisi patah hati bisa saja dianggap sebagai orang dengan mental yang lemah. Padahal, dalam realitanya patah hati bisa memberikan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Pakar kesehatan mental Ronald Alexander yang menulis buku berjudul Wise Mind, Open Mind: Finding Purpose and Meaning in Times of Crisis, Loss, and Change menyebut mereka yang patah hati sebaiknya tidak berlarut-larut dalam merasakannya demi mencegah dampak yang lebih buruk.

“Patah hati mempu membuat seseorang seperti tak lagi bisa mengendalikan kehidupannya. Jika mereka menangis dan bisa meluapkan emosinya, hal ini bagus, namun jika mereka sampai tidak lagi bergairah dengan kehidupan, tak berminat untuk berbicara dengan orang lain, atau hanya berbaring seharian tanpa mau melakukan aktivitas dengan normal, hal ini tidak bisa disepelekan,” ucapnya.

Alexander menyebut patah hati bisa membuat seseorang mengalami ganguan tidur layaknya insomnia. Masalahnya adalah jika kita sampai kesulitan untuk beristirahat dengan baik di malam hari, dampaknya bagi kesehatan fisik bisa berbahaya.

Sebagai contoh, kita akan rentan terkena stres, mengalami kekacauan metabolisme dan hormon, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh. Risiko terkena peradangan juga akan semakin meningkat.

Kurang tidur bisa membuat kita mudah cemas dan mengalami jantung berdebar-debar. Hal ini juga bisa membuat sistem saraf terganggu. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harmony Reynolds dari New York University Langone Medical Center bahkan membuktikan bahwa 1 hingga 2 persen pasien yang mengalami sindrom patah hati ternyata mengeluhkan gejala dari serangan jantung!

“Mereka yang mengalami sindrom patah hati bisa saja sampai terkena kelainan pada fungsi otot jantung. Memang, hal ini bisa pulih dalam beberapa minggu. Hanya saja, jika sampai tidak ditangani dengan baik, bisa saja memicu serangan jantung atau stroke yang berbahaya,” terang Reynolds.

Selain itu, banyak orang yang patah hati yang kemudian seperti ingin mengalihkan rasa sedihnya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, makanan manis, hingga alkohol. Berbagai makanan dan minuman ini bisa menyebabkan datangnya penyakit kronis jika terlalu sering dikonsumsi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...