Kalau Saya Maju Pilgub DKI, Warga Surabaya Bisa Marah

Kalau Saya Maju Pilgub DKI, Warga Surabaya Bisa Marah

Rabu, 16 Mar 2016 | 04:12 | Rusmanto
WinNetNews.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disebut-sebut sebagai kepala daerah yang cocok maju Pilgub DKI Jakarta. Namun Risma sendiri menegaskan sampai saat ini dia tidak pernah dicalonkan untuk maju ke DKI Jakarta.

Ia berulang kali menyebutkan kalau ajaran agamanya melarang meminta-minta jabatan. Risma juga berusaha menghindari pertanyaan dari wartawan seputar Pilgub DKI Jakarta.

"Enggak pernah dicalonkan, siapa yang bilang mau? Kamu yang bilang. Di agama saya tidak boleh meminta jabatan," kata Risma di rumah dinas Bupati Batang, Selasa (15/3/2016).

Risma tetap dicecar pertanyaan tentang isu tersebut dan lagi-lagi ia menghindar. Ketika ditanya soal perintah partai, Risma menegaskan dirinya tidak mau menjawab.

"Saya tidak akan menjawab itu, sampai kapanpun ditanya. Surabaya itu juga tiba-tiba," tandasnya.

Usai diwawancara wartawan, Risma dan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo keluar rumah dinas dan menemui ratusan petani Batang yang sudah menanti. Mereka kemudian berdialog berbagai hal mulai dari masalah Batang hingga isu Risma maju Pilgub DKI Jakarta.

 

"Bu, tetep di Surabaya ya, jangan pindah DKI ya bu," ujar seorang perempuan yang matanya berkaca-kaca.

"Lho bu, ojo nangis," timpal Yoyok.

"Mboten-mboten, bu," tandas Risma menenangkan.

Sementara, ketika Risma mengisi forum dialog pada acara Festival Anggaran di pendopo kantor Pemkab Batang, ia sempat menyebutkan warga Surabaya bisa marah-marah jika ia maju Pilgub DKI Jakarta. Risma mengaku tidak tahan dengan tagihan masyarakat yang masih menginginkannya di Surabaya. Hal itu diungkapkan ketika ada warga Batang yang meminta Risma memberi saran kepada Yoyok agar maju lagi menjadi Bupati Batang tahun depan.

"Maju saja pak, ngapain susah. Saya itu tidak bisa menghindari tagih. Saya itu juga tidak menyiapkan (periode) yang kedua, tiba-tiba ada rekomendasi dari Bu Mega. Saya bingung iki majune piye. Kemarin itu bisa 85% saya enggak nyari. Saya bilang saya tidak punya uang, ibu-ibu bilang,'saya punya bu, enggak usah khawatir'. Mereka ingin. Soal DKI itu warga bisa marah, geger kalo marah, hehe," terang Risma.

disadur dari situs detik-news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...