Kalimantan Barat Impor Listrik Dari Malaysia

Kalimantan Barat Impor Listrik Dari Malaysia

Jumat, 22 Jan 2016 | 16:32 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - PT PLN (Persero) melansir telah memulai pembelian tenaga listrik dari perusahaan energi asal Malaysia yakni SESCO.

Pembelian sendiri ditandai dengan tersambungnya interkoneksi jaringan listrik dari Kalimantan Barat ke Serawak pada 20 Januari kemarin, melalui Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 275 kilo Volt (kV) sirkit 1, antara Gardu Induk tegangan Extra Tinggi ( GITET) Bengkayang dan GITET Mambong (SESCO) setelah melalui beberapa rangkaian pengujian.

Manajer Senior Publik relation PLN Agung Murdifi menjelaskan, impor listrik dari Malaysia ini merupakan bagian usaha PLN Kalbar dalam rangka mengatasi pemadaman yang sudah lama terjadi di Wilayah tersebut khususnya di Sistem Khatulistiwa dalam 2 tahun terakhir.

"Dengan masuknya Listrik Malaysia sebesar 50MW ini akan menutupi defisit listrik di Kalimantan Barat," ujar Agung di Jakarta, Kamis (21/1).

Agung mengungkapkan, pada tahap awal SESCO akan menyalurkan daya listrik berkapasitas 10 megawatt (MW) dan secara bertahap akan dinaikkan menjadi 50 MW di akhir Maret 2016, hingga 230 MW pada saat waktu beban puncak (WBP) selama 5 tahun pertama.

 

Di mana interkoneksi ini merujuk kepada Perjanjian di dalam Power Exchange Agreement (PEA) dimana PLN Indonesia dan Sesco sepakat untuk melakukan jual beli (Ekspor-Impor) tenaga listrik selama 25 tahun.

Selain itu, dalam perjanjian PEA ini PLN juga berkewajiban membangun SUTET 275kV, serta 2 sirkit sepanjang 82 kilometer (km) dari GITET Bengkayang ke perbatasan di daerah Serikin sehingga total panjang SUTET adalah 127 km.

Ia pun mengklaim impor listrik ini akan memperbaiki Fuel Mix PLN Wilayah Kalbar dengan potensi penghematan Rp3,5 milliar per hari serta memperbaiki Biaya Pokok Produksi (BPP) dari sebelumnya Rp2.700 per kWh menjadi Rp1.700 per kWh.

"Interkoneksi Kalbar-Serawak ini adalah merupakan bagian dari ASEAN GRID pertama untuk Indonesia dan pertama untuk PLN dengan tujuan kerjasama kelistrikan di antara Negara-negara ASEAN. Begitu pula untuk SESCO merupakan kerjasama kelistrikan pertama bagi mereka," tambahnya,

Seperti diketahui, interkoneksi jaringan listrik Kalbar dengan Serawak merupakan salah satu gagasan yang terangkum dalam ASEAN Power Grid.

Pun substansi dari proyek intergrasi sistem kelistrikan regional Asia Tenggara akan menyambungkan jaringan listrik Negara-negara yang bertetangga dekat.

Diharapankan, jaringan kelistrikan seluruh Negara ASEAN akan tersambung satu sama lain.

"Integrasi sistem listrik memang menjadi salah satu target Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ASEAN menyadari infrastruktur listrik punya peran yang sangat krusial bagi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesejahteraan dengan menjamin system yang kuat dan efisien," imbuh Agung.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...