Kalo Kerja Di Bank Kena Imbas Dosa Dari Riba Gak Ya? Ini Penjelasannya

Kalo Kerja Di Bank Kena Imbas Dosa Dari Riba Gak Ya? Ini Penjelasannya sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Di dalam kehidupan manusia tentunya sering melakukan transaksi keuangan di setiap hari menjalani aktivitas kegiatan jual beli atau simpan pinjam. Namun, tahukah ada simpan pinjam uang yang rupanya diharamkan atau dilarang?

Dikutip dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir(Darul Salam), di dalam syariat Islam telah dijelaskan bahwa Allah SWT memberi peringatan akan tentang riba dan pemakan riba yang terlukis di dalam surat Al-Baqarah 278-279, Sabtu(23/9).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن 

كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

إِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ 

فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.(QS: Al-Baqarah: 278-279).

Selain itu, rupanya transaksi riba juga dilarang oleh Rasulullah SAW lantaran orang yang memakan uang riba, menyetorkan transaksi riba, dan saksi pencatat uang riba akan mendapat laknat dari Nabi Muhammad SAW. Perkara ini tertuang dalam hadits dari Jabir Radhiyallahu'anhu:

Rasulullah SAW bersabda: 

"Rasul SAW melaknat pemakan riba, yang menyetorkan riba, pencatat transaksi riba dan dua orang saksi dalam transaksi riba. Beliau mengatakan, mereka semua sama dapat dosa."(HR. Muslim, No. 1598).

Lantas, bagaimana orang yang bekerja di bank-bank? sebagaimana diketahui kegiatan pinjaman atau hutang dengan mengambil keuntungan(riba) sudah sangat jelas di dalam Al-Qur'an, Hadits dan Fatwa ikut terkena dosa.

"Setiap piutang yang mendatangkan keuntungan, maka itu adalah riba".(Al Majmu' Al Fatwa, 29:533).

Larangan riba berlaku untuk semua pihak yang terlibat dalam transaksi itu. Bukan hanya bagi si kaya tapi juga si miskin ikut terkena dosa jika melakukan transaksi riba. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak:

"Sedirham uang riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sedang dia cari uang itu hasil dari riba lebih keras siksanya dari tiga puluh enam wanita pezina".(HR. Al-Hakim dalam Al Mustadrak 2/37).