KAMMI Desak Jokowi Inisiasi Tuntaskan Konflik Rohingya
Foto: Rohingya ( sumber:http://www.cfr.org/)

KAMMI Desak Jokowi Inisiasi Tuntaskan Konflik Rohingya

Minggu, 20 Nov 2016 | 21:14 | Rike

WinNetNews.com - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) kecam serangan yang dilakukan militer Myanmar kepada etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyerangan oleh militer kepada etnis Rohingya ini merupakan yang terparah sejak 2012 karena disertai pembakaran rumah-rumah etnis Rohingya.

Dikutip dari Republika.co.id, menurut Arakan Rohingya National Organization yang memdapatkan informasi dari masyarakat setempat, serangan yang sudah dimulai dari bulan Oktober ini sedikitnya sudah menewaskan 150 korban jiwa. Dan membuat ribuan orang lainnya kehilangan tempat tinggalnya. Hingga pekan ini dilaporkan ratusan etnis Rohingya berusaha melarikan diri dari Myanmar menuju ke Bangladesh.

KAMMI menilai tragedi ini sebagai ironi, sebab pelanggaran HAM justru dilakukan oleh negara. “Segala bentuk tekanan represif yang dilakukan dan dilegitimasi oleh Pemerintah Myanmar merupakan kejahatan yang bertentangan dengan nilai-nilai HAM universal. Sebab Hak Asasi Manusia terutama terkait hak untuk hidup, hak untuk bebas dari rasa takut adalah hal yang harus dijaga bersama”, terang Kepala Departemen Kajian Internasional Pimpinan Pusat KAMMI, Hidayah Sunar Perdanastuti dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (20/11).

Hidayah melanjutkan, jaminan terhadap HAM yang seharusnya dijamin oleh negara, namun yang terjadi di Myanmar pelanggaran HAM malah dilakukan dan dilegitimasi oleh negara. KAMMI menilai etnis Rohingya sudah mengalami penindasan sejak rezim militer di Myanmar berkuasa. Puluhan tahun mereka mendapat kekerasan di negeri sendiri dan terlunta-lunta mengungsi ke negara lain mencari perlindungan. Tapi hingga hari ini PBB dan ASEAN belum mampu memberi solusi bagi etnis Rohingya.

Sedangkan Kartika Nur Rakhman selaku Ketua Umum PP KAMMI pada Minggu (20/11), di Jakarta, mengatakan bahwa PBB dan ASEAN selalu mentok terkait persoalan Rohingya. "Maka PP KAMMI mendesak pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo, untuk menginisasi pembahasan agar PBB dan ASEAN merubah pendekatannya agar memiliki mekanisme yang efektif bagi penyelesaian kekerasan terhadap etnis Rohingya," kata Kartika.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang mampu merawat keragaman antar etnis dan agama, harusnya mampu dan berperan aktif mempromosikan perdamaian di Asia Tenggara terutama di Myanmar.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...