Skip to main content

Kampas Rem Baru Kurang Pakem, Kenapa Ya?

Kampas Rem Baru Kurang Pakem, Kenapa Ya?
Kampas Rem Baru Kurang Pakem, Kenapa Ya?

WinNetNews.com -Kampas rem merupakan peranti penting untuk melakukan pengereman. Komponen ini bertugas untuk menahan laju roda melalui tromol atau piringan cakram.

Uniknya, terkadang para pemilik kendaraan bermotor baik mobil ataupun sepeda motor mengeluhkan jika rem menjadi kurang pakem, padahal belum lama mengganti kanvas rem.

Kurang pakemnya kampas rem yang baru saja diganti sebenarnya terhitung masalah yang wajar. Sebab, bagian permukaan kampas rem masih rata sedangkan permukaan tromol ataupun piringan cakram dibuat tidak merata untuk meningkatkan friksi saat melakukan pengereman.

Agar kanvas rem lebih menggigit, berikut ini adalah beberapa langkah yang berhasil dihimpun, seperti dikutip dariLiputan6, Jakarta, ditulis Sabtu (5/11/2016) diantaranya:

- Lakukan Pengereman Secara Perlahan

Agar kampas rem menjadi lebih 'menggigit', Anda sebaiknya tidak melakukan pengereman mendadak. Hal ini bertujuan agar permukaan rem tidak mudah panas dan cepat menyesuaikan dengan permukaan tromol ataupun piringan cakram yang saling bergesekan dengan kanvas rem.

Jika melakukan rem mendadak saat kondisi kanvas rem masih baru, pengereman pun tidak dapat pakem karena permukaan kanvas rem yang panas membuat komponen tersebut mengeras. Akibatnya, tentu proses penyesuaian akan berjalan lebih lama.

Proses penyesuaian kampas rem dengan permukaan yang saling bergesekan sendiri membutuhkan jarak antara 200 hingga 300 kilometer. Selama periode tersebut dianjurkan agar tidak melakukan pengereman secara mendadak agar kanvas rem dapat menggigit secara sempurna.

- Tidak Mengganti Kampas Rem Depan dan Belakang Bersamaan

Kondisi kampas rem yang tak langsung menggigit tentu amat riskan bagi kendaraan. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengganti kampas rem bagian depan dan belakang kendaraan secara bersamaan. Jika ingin mengganti kampas rem, lakukanlah bagian depan terlebih dahulu dan dilanjutkan bagian belakang dengan selisih jarak penggantian sekitar 300 km.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top