Kamu Harus Cuci Darah Jika Alami Hal Ini
Sumber : Istimewa

Kamu Harus Cuci Darah Jika Alami Hal Ini

Sabtu, 6 Jan 2018 | 02:43 | Oky

Winnetnews.com - Menurut internis Siloam Hospitals Asri, dr. Pringgodigdo Nugroho, meski ginjal termasuk di dalam sistem ekskretori (pembuangan), kondisinya terhubung dan dipengaruhi langsung oleh kesehatan sistem kardiovaskular kita.

Ini karena ginjal bekerja sebagai penyaring kotoran dan cairan ekstra dari dalam darah. Jantung yang tak berfungsi secara efisien akan menurunkan suplai oksigen dalam darah ke ginjal, yang mengakibatkan gangguan pada fungsinya.

“Begitu kerusakan ginjal dimulai, kita tidak mampu lagi mengembalikan fungsi ginjal ke kondisi optimum. Kita hanya bisa menunda penurunan fungsinya,” ucap dr. Pringgodigdo.

Untuk mengetahui adanya gangguan ginjal, dokter akan memeriksa glomerular filtration rate (GFR) atau kadar penyaringan glomerulus, yakni kadar kemampuan ginjal menyaring racun dalam darah. Bila tingkat GFR di bawah 60 ml/menit/1,73 m2, berarti ginjal tak berfungsi dengan baik.

Jika keadaan ini berlangsung lebih dari 3 bulan, dokter kemungkinan akan mendiagnosis Anda dengan penyakit gagal ginjal kronis. Pada tahap ini Anda akan mengalami masalah buang air kecil atau merasakan sakit di punggung, terutama di sekitar posisi ginjal.

Bila kadar GFR menurun hingga kurang dari 15 ml/menit, berarti ginjal telah gagal. Pada tahap menakutkan ini, hanya ada dua pilihan pengobatan yang bisa diterapkan: hemodialisis atau transplantasi ginjal.

Hemodialisis atau dialisis adalah proses penyaringan suplai darah melalui mesin, yang sudah tak bisa lagi dilakukan ginjal. Sedangkan pasien yang berhasil menjalani transplantasi ginjal, terbukti mempunyai kualitas hidup lebih baik.

Namun, ini bukan pilihan pengobatan yang selalu tersedia akibat sulitnya menemukan donor yang sesuai.

Untuk menghindari hal ini, ada baiknya Anda mencegah dan mengelola faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kerusakan organ ginjal, seperti:

1. Hipertensi (tekanan darah tinggi), menempati urutan kedua sebagai penyebab gagal ginjal.

2. Diabetes , adalah penyebab utamanya dan telah menyumbang hingga 30% dari semua kasus gagal ginjal kronis.

3. Obesitas , menurut para ahli, walaupun penderita obesitas mengatur tekanan darah atau gula darah melalui pengobatan, mereka tetap berisiko terkena penyakit ginjal kronis.

4. Merokok , akan merusak pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan masalah pada sistem kardiovaskular.

5. Konsumsi obat yang tidak bertanggung jawab, terutama obat penghilang rasa sakit karena mengandung zat yang bisa membahayakan ginjal.

Cara terbaik menjaga sistem kardiovaskular dan ginjal tetap sehat adalah dengan memodifikasi gaya hidup, seperti: olahraga teratur dan menjaga pola makan sehat, tidak hanya mengandalkan obat-obatan. Sementara faktor yang tak dapat dikendalikan adalah riwayat keluarga.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...