Kamu Korban Selingkuh? Jangan Khawatir, Itu Bukan Salahmu

Fellyanda Suci Agiesta

Dipublikasikan 4 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Kamu Korban Selingkuh? Jangan Khawatir, Itu Bukan Salahmu
Foto: Pexels

WinNetNews.com - Mungkin kamu pernah merasa cemburu dengan pasanganmu. Tiba-tiba suasana hatimu berubah menjadi kesal, sedih bahkan marah. "Apa yang salah dengan diriku?" pertanyaan yang sering dilontarkan oleh beberapa orang yang merasa cemburu.

Menurut sebuah studi baru, bertanya pada diri sendiri tentang pertanyaan tersebut bisa membuatmu lebih berbahaya daripada yang kamu pikirkan, baik secara fisik maupun mental.

Periset dari University of Nevada, Reno, mensurvei 232 mahasiswa yang diselingkuhi dalam tiga bulan terakhir, rata-rata lama hubungannya adalah 1,76 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku dan kesehatan mental mereka dipengaruhi oleh perselingkuhan.

"Kami tertarik dengan topik ini karena beberapa alasan. Pertama, kita tahu bahwa perselingkuhan adalah salah satu kejadian paling menyedihkan dan merusak yang dihadapi pasangan. Orang yang diselingkuhi mengalami tekanan emosional dan psikologis yang kuat, menyusul perselingkuhan yang terjadi. Kami ingin tahu apakah tekanan emosional dan psikologis ini membawa mereka untuk terlibat dalam perilaku kesehatan berisiko, seperti seks tanpa kondom, penggunaan narkoba, penggunaan alkohol, makan berlebihan, atau tidak makan sama sekali." kata penulis utama studi M. Rosie Shrout kepada PsyPost.

"Kami juga tertarik pada apakah persepsi menyalahkan, berperan dalam tekanan psikologis dan perilaku kesehatan berisiko mereka. Apakah individu-individu yang diselingkuhi menyalahkan pasangan mereka karena melakukan selingkuh, atau apakah mereka menyalahkan dirinya sendiri? Apa yang mereka salahkan mempengaruhi tekanan psikologis atau terlibat dalam perilaku berisiko?" tambahnya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa: "penilaian negatif (kesalahan pasangan, menyalahkan diri sendiri) memiliki efek tidak langsung terhadap perilaku, memengaruhi kesehatan seperti kesehatan mental (depresi, kegelisahan, dan kesusahan)." katanya.

Menurut penelitian, menjadi korban perselingkuhan dapat mempengaruhi perilaku secara signifikan, dan kamu menjadi kurang percaya terhadap orang lain (khususnya untuk hubungan yang serius).

Dan beberapa orang terpengaruh lebih dari yang lain.

Para periset menemukan bahwa mereka yang menderita lebih banyak tekanan psikologis setelah diselingkuhi, memiliki kemungkinan lebih tinggi beralih ke alkohol atau narkoba, mengembangkan makanan yang tidak teratur atau berolahraga secara ekstrem.

"Diselingkuhi tampaknya tidak hanya memiliki konsekuensi kesehatan mental, tapi juga meningkatkan perilaku berisiko," kata Shrout.

"Kami juga menemukan bahwa orang-orang yang menyalahkan diri mereka sendiri karena pasangan mereka selingkuh, seperti merasa itu adalah kesalahan mereka atau mereka bisa menghentikannya, lebih cenderung melakukan perilaku berisiko." katanya.

Para periset tidak yakin apa alasannya, tapi Shrout memberitahu kalau hal itu bisa merusak harga diri, menurunkan hambatan terhadap perilaku berisiko, atau balas dendam terhadap pasangan selingkuh.

Mereka juga menemukan bahwa orang-orang yang menyalahkan pasangan selingkuh cenderung tidak terlibat dalam perilaku berisiko, daripada mereka yang menyalahkan diri sendiri. Dan efek ini lebih kuat bagi wanita daripada pria.

"Perbedaan gender ini sangat konsisten dengan penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa wanita mengalami lebih banyak tekanan setelah diselingkuhi," kata Shrout.

"Kami pikir karena wanita biasanya lebih mementingkan hubungan sebagai sumber identitas diri. Akibatnya, wanita yang telah diselingkuhi mungkin lebih cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih buruk dan terlibat dalam perilaku tidak ,dan berisiko karena persepsi diri mereka telah rusak." katanya.

Penting untuk dicatat, bagaimanapun, peserta dalam penelitian berusia sekitar 20 tahun dan hasilnya mungkin berbeda dengan orang tua. Ingat, jika pasanganmu melakukan selingkuh, itu bukan salahmu. Itu salah mereka.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...