Kamu Punya Masalah? Bukan Obat-obatan Terlarang Solusinya
Penyalahgunaan obat dapat terjadi pada orang yang menderita gangguan mental, akibat penyalahgunaan ini dinamakan adiksi. (Foto: via Pinterest)

Kamu Punya Masalah? Bukan Obat-obatan Terlarang Solusinya

Selasa, 10 Des 2019 | 11:13 | Celia Marleen Kardijaya

Winnetnews.com - Pemasalahan penyalahgunaan obat - obatan tidak akan pernah berakhir. Seiring perkembangan zaman, penyalahgunaan dapat terjadi dalam berbagai cara. Berkaitan dengan isu yang belakangan ini sering muncul di kalangan millennials, yakni mental health atau mental disorders (gangguan mental atau kejiwaan), menurut Departemen Kesehatan Australia, penyalahgunaan obat – obatan juga dapat terjadi pada mereka yang mengalami masalah tersebut.

Pada umumnya orang yang menderita gangguan mental atau kejiwaan pada tingkat tertentu membutuhkan bantuan obat – obatan untuk meredam bahkan menyembuhkan penyakit mereka. Namun apakah cara seperti ini aman dan efektif?

Penyalahgunaan dapat terjadi apabila orang yang menderita gangguan mental mengonsumsi obat - obatan tertentu tidak sesuai dengan resep atau dosis yang diberikan oleh dokter. Mengonsumsi dengan dosis yang lebih tinggi atau bahkan mengonsumsi obat - obatan yang dijual bebas di pasaran dapat dikatakan penyalahgunaan karena akan menyebabkan adiksi. 

Ada beberapa obat - obatan yang sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit - penyakit tersebut seperti: opioid, obat untuk Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD), antidepressant, dan sebagainya.

Jika terjadi penyalahgunaan dalam penanganan, gangguan mental yang seharusnya dapat sembuh bisa bertambah parah. Apabila penyalahgunaan bertambah parah maka gangguan mental akan bertambah parah juga.

Dalam kasus tertentu gangguan mental seperti pskizofrenia dan bipolar disarankan untuk mengonsumsi obat yang tentunya dalam pengawasan dokter spesialis kejiwaan (psikitaer). Namun obat yang diberikan bukanlah obat yang diminum setiap hari, melainkan dalam jangka waktu tertentu dan didukung dengan konsultasi rutin yang dilakukan oleh psikiater terhadap pasien tersebut. Dosis yang diberikan pun biasanya akan tetap atau dikurangi tidak akan dilebihkan. 

Berbeda dengan gangguan mental yang umumnya terjadi pada millennials seperti depresi, cemas, dan sebagainya. Gangguan mental seperti depresi, cemas dapat disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor lingukungan dan trauma masa lalu dapat menyebabkan hal – hal seperti itu terjadi. Alangkah baiknya menghadapi gangguan mental seperti depresi tidak langsung dengan mengonsumsi obat – obatan, baik obat - obatan yang dijual bebas atau bahkan obat - obatan terlarang. Memulai dengan mengonsumsi obat cenderung membuat orang tersebut merasa harus mengonsumsinya, hal seperti inilah yang sering kita kenal dengan adiksi. Munculnya adiksi dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan.

Bagaimana pandangan medis menanggapi kasus ini?

Secara fisik, penyalahgunaan obat - obatan dapat mengganggu kesehatan organ bagian tubuh. Secara psikis apabila penyalahgunaan sudah terjadi, keinginan untuk menggunakan obat tersebut dalam dosis yang cukup besar akan bertambah, sehingga terjadilah ketergantungan. Akan lebih baik jika hal – hal seperti ini dapat dihindari, selain menjaga organ tubuh kita dari kerusakan juga melatih diri kita untuk menahan jangan sampai mengonsumsi obat tersebut.

Dampak atau efek samping penyalahgunaan obat ini dapat terlihat apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama atau menambahkan dosis dari yang seharusnya. Menurut National Institute on Drug Abuse, penggunaan jangka panjang (long-term use) dapat menimbulkan kecenderungan menggunakan obat untuk menghilangkan gangguan yang sifatnya sementara. Sedangankan penggunaan dalam dosis yang lebih besar (larger dose) dapat berakibat fatal, yaitu kerusakan organ tubuh bagian dalam seperti hati dan ginjal. Jika penyalahgunaan sudah sampai tahap paling akhir maka dapat menyebabkan overdosis yang berujung pada kematian.

Untuk menghindari penyalahgunaan, berikut beberapa hal efektif yang dapat dilakukan millennials:

1. Jika mengalami masalah konsultasikan dengan orang yang bisa dipercaya seperti keluarga atau sahabat. Dengan berbagi cerita maka akan mengurangi beban yang dihadapi.

image0

Sedikit banyak kamu bercerita pada sahabat, keluarga atau orang terdekat akan meringankan beban masalah kamu. Sehingga dapat membantu kamu berpikir bijak

2. Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater jika mengalami hal - hal yang berkaitan dengan gangguan mental (seperti: mood yang berubah secara drastis, depresi, cemas, dan sebagainya) psikolog atau psikiater akan menyarankan cara yang tepat untuk menolong pasien.

image1

Kenalilah dirimu, jika muncul tanda-tanda gangguan mental pada diri kamu, beranikanlah diri untuk berkonsultasi pada psikolog agar membantu mencari jalan keluar atas masalah kamu.

3. Jika diharuskan untuk mengonsumsi obat, konsumsilah sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter, jangan menambah dosis ataupun mengonsumsi jenis obat lainnya.

image2

Jika diharuskan mengonsumsi obat, konsumsilah pada dosis yang diberikan, jangan sampai kesalahan mengonsumsi obat akan memperburuk keadaanmu.

4. Menempatkan diri pada lingkungan yang tepat. Lingkungan menjadi faktor utama munculnya gangguan mental pada millennials.

image3

Carilah lingkungan yang membawa pengaruh positif bagi dirimu. Berada di lingkungan yang tepat akan menjauhkan kamu dari hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi dirimu.


Dalam setiap masalah yang kamu hadapi pasti ada jawaban terbaik, cobalah berpikir jernih dan jangan sampai salah langkah ya millennials!

***

 

Celia Marleen Kardijaya adalah mahasisi London School of Public Relations Jakarta

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...