Skip to main content

Kamu Sering Insomia? Jauhkan Smartphone dari Ranjang!

Kamu Sering Insomia? Jauhkan Smartphone dari Ranjang!
Kamu Sering Insomia? Jauhkan Smartphone dari Ranjang!

WinNetNews.com - Saat ini para ahli semakin gencar melakukan penelitian terkait aktivitas penggunaan smartphone yang terlalu banyak yang berpengaruh terhadap berkurangnya kualitas tidur. Bahkan penggunaan smartphone pun bisa mengakibatkan insomia pada seseorang. Kalau kamu sering merasa akhir-akhir ini sering merasa sulit tidur di malam hari, kamu harus membaca artikel ini dengan seksama!

Sebuah studi dalam jurnal PLoS ONE mengukur pengaruh penggunaan smarthphone sebelum tidur di tempat tidur terhadap waktu tidur para peserta selama satu bulan. Studi ini dilakukan terhadap ratusan peserta. Hasilnya menunjukan bahwa orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone mereka ketika di tempat tidur, dibandingkan waktu mereka untuk tidur.

Fakta ini menunjukan bahwa penggunaan smartphone ternyata menurunkan kualitas orang-orang untuk beristirahat di tempat tidurnya. Temuan ini dianggap penting karena kurang tidur merupakan faktor yang bisa berpengaruh fatal terhadap kesehatan, seperti obesitas, diabetes dan penyakit jantung. Nggak cuma itu, kurang tidur juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami depresi klinis.

Meskipun dengan menatap layar smartphone tidak serta merta berdampak langsung terhadap masalah kesehatan, sebagai contoh 'setelah melihat layar smartphone , berat badan seseorang akan langsung naik 1 kg', temuan dari studi ini tetap menegaskan bahwa paparan layar smartphone , khususnya sebelum tidur bisa berdampak buruk terhadap kualita tidur seseorang.

Kenapa bisa begitu? situs Medical Daily menyebutkan alasannya, yakni layar smartphone akan memancarkan cahaya kebiruan. Cahaya kebiruan inilah yang mampu mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Cahaya biru dapat mempengaruhi produksi kadar hormon melatonin.

Hormon melatonin adalah hormon yang sangat berperan dalam proses tidur dan kualitas tidur seseorang. Kinerja hormon melatonin sangat dipengaruhi oleh cahaya, terutama cahaya yang terdapat pada layar smarthphone .

Cahaya yang ada ketika kita tidur akan menurunkan produksi melatonin dalam darah, yang secara tidak langsung mampu menghambat mekanisme jam biologis seseorang. Sementara itu, Scientific American menjelaskan bahwa produksi hormon melatonin puncaknya terjadi pada malam hari.

Para ahli dan kelompok-kelompok peneliti seperti National Sleep Foundation telah mencerca orang yang menggunakan smartphone di tempat tidur bahkan sebelum studi ini. Mereka menyebutkan, penelitian ini dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya yang melaporkan bahwa orang dewasa lebih banyak menghabiskan banyak waktu menggunakan smartphone mereka.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap sekitar 650 orang. Masing-masing orang tersebut mendownload aplikasi smartphone yang bisa mengukur waktu pemakaian layar smartphone mereka. Aplikasi tersebut pun mencatat bahwa, rata-rata orang menggunakan 3,7 menit per jam untuk melihat layar smartphone mereka selama 30 hari. Penelitian ini juga mengkaitkan kualitas tidur yang buruk dan penyebab insomia yang diakibatkan oleh menonton layar televisi, bermain video game, dan menggunakan komputer.

Jadi intinya, penggunaan smartphone sebelum tidur bisa berakibat buruk terhadap kehidupan kamu. So, mulai sekarang jauhkan smartphone dari ranjang mu saat malam tiba (waktu tidur tiba). Kamu nggak mau kan kalau tidur malam mu jadi sia-sia? Selain itu, jangan pernah anggap remeh insomia yang hinggap di dunia mu!

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top