Kapal Sapi Jokowi Merugi

Kapal Sapi Jokowi Merugi

Selasa, 19 Jan 2016 | 19:10 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Direktur Utama Perusahaan Daerah Dharma Jaya Marina Ratna D. Kusumajati menyesalkan kerugian pemerintah gara-gara kapal pengangkut sapi dari Nusa Tenggara Timur berlayar kosong sampai Jakarta.

Menurut Marina, masalah itu tak terjadi jika Kementerian Pertanian memberi kesempatan kepada badan usaha milik Pemerintah DKI Jakarta yang dikelolanya ikut memanfaatkan kapal ternak yang diadakan atas perintah Presiden Jokowi itu. Tapi sejak kapal beroperasi Desember lalu, Kementerian Pertanian tak pernah mau berkomunikasi dengan Dharma Jaya.

Kapal ternak yang disiapkan Presiden Joko Widodo sudah dua kali pulang tanpa ternak. Kapal ini khusus disiapkan Jokowi untuk mengangkut sapi dari Nusa Tenggara Timur guna memenuhi kebutuhan daging nasional, terutama Jakarta

Fakta itu ditemukan tim Bincang-bincang Agribisnis (BBA) yang mensurvei penjualan sapi dari NTT ke Pulau Jawa. "Kapal ternak baru sekali mengangkut sapi dari NTT, yakni pada 11 September 2015," kata Direktur BBA Yeka Hendra Fatika, Selasa, 19 Januari 2016.

 

Seharusnya, menurut Yeka, hingga kini kapal ini sudah tiga kali mengangkut sapi ke Pulau Jawa. Akibat tidak mengangkut sapi, negara merugi sekitar Rp 1 miliar, terdiri atas biaya bahan bakar sekitar Rp 500 juta dan operasional anak buah kapal.

Kapal pulang dengan tangan kosong ke Jakarta karena ada beberapa alasan, di antaranya peternak enggan menjual sapinya karena dibeli dengan harga rendah dan kuota sapi yang terbatas. "Harga sapi hidup dibeli pemerintah Rp 35 ribu per kilogram," ujarnya.

Harga tersebut, ucap Yeka, terlalu rendah, sehingga peternak dan pengusaha mengalami kerugian. Idealnya, kata Yeka, harga daging sapi hidup per kilogram sebesar Rp 41 ribu. "Harga jual di Kupang saja mencapai Rp 90 ribu per kg," katanya.

Pengusaha sapi, Daniel Ong, menuturkan, selain masalah harga, kapal ternak pulang tanpa hasil ke Jakarta karena belum dibukanya kuota dari pemerintah, sehingga peternak dan pengusaha belum menjual sapi. "Kami sulit mendapat izin dari Kementerian Peternakan untuk angkut sapi ke Jakarta," ujarnya.

Saat ini kapal ternak KM Camara Nusantara masih berada di perairan NTT untuk mengangkut sapi ke Jakarta guna memenuhi kebutuhan daging nasional. Namun hampir dipastikan kapal ternak akan pulang dengan tangan kosong ke Jakarta karena dua persoalan tersebut.

(seperti dilansir dari Tempo)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...