Kapan Anak Boleh Makan Makanan Mentah?
ilustrasi

Kapan Anak Boleh Makan Makanan Mentah?

Senin, 19 Agt 2019 | 12:15 | Rusmanto

2. Diare

Anak yang makan makanan mentah berisiko lebih tinggi mengalami diare. Penyebab utama diare adalah infeksi bakteri E. coli dari makanan terkontaminasi. Bakteri ini paling banyak terdapat pada daging, sayuran, dan susu mentah yang belum dipasteurisasi.

Orang dewasa biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Namun, anak-anak dapat mengalami komplikasi berupa dehidrasi berat. Pada kasus yang parah, diare bisa mengakibatkan sindrom hemolitik uremik yang ditandai dengan kegagalan fungsi ginjal.

3. Hepatitis A

Makan makanan mentah juga membuat seseorang, termasuk anak Anda, berisiko terkena Hepatitis A.

Hepatitis A ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Virus ini banyak terdapat pada makanan laut, sayuran mentah, serta makanan yang lama berada dalam suhu ruang tanpa dipanaskan kembali.

Gejala penyakit hepatitis A di antaranya nyeri perut, urine berwarna gelap, kulit tampak kekuningan, demam, serta mual dan muntah. Penyakit ini juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, nyeri otot, dan timbulnya ruam gatal pada kulit.

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. Alih-alih memberikan manfaat, makan makanan mentah justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi anak.

Jika Anda ingin mengenalkan makanan mentah pada anak, tundalah hingga sistem kekebalan tubuhnya terbentuk sempurna. Hal ini bertujuan agar anak bisa memperoleh manfaat makanan alami tanpa perlu cemas akan risiko gangguan kesehatan.

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul "Walaupun Alami, Bolehkah Anak Makan Makanan Mentah?"
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...