Kapolri Perintahkan Ungkap Kasus PCC Hingga Para Pengimportirnya

Kapolri Perintahkan Ungkap Kasus PCC Hingga Para Pengimportirnya Kapolri bersama Panglima TNI dan Kepala dari penegak hukum lainnya usai Upacara 17 Agustus 2017/Foto: Karna WNN

WinNetNews.com – Kasus peredaran pil PCC yang terjadi, menjadi perhatian bagi Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. Ia mengintruksikan jajarannya agar dapat mengusut tuntas kasus peredaran pil yang belakangan ini telah menimbulkan korban dan membuat resah masyarakat.

“Ketika kasus di Kendari terjadi, ada yang mengonsumsi PCC, obat yang berbahaya dan bebas tanpa resep dokter, kemudian ada korban di sana, saya langsung perintahkan untuk telusuri dari mana,” kata Kapolri, seperti dikutip pada Minggu (24/09/2017).

Guna menekan peredaran pil PCC ini, Kapolri juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk rutim melakukan operasi terhadap obat bebas yang berbahaya.

“Jadi, obat-obat berbahaya yang dijual bebas, dirazia,” tegasnya.

Kapolri mengatakan, khusus kasus yang terjadi di Kendari sudah diusut dan ditelusuri sampai ke sumbernya.

“Ternyata sumbernya salah satunya ada di Purwokerto ini. Di samping itu ada di tempat lain, yaitu Surabaya,” kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Dalam hal ini, lanjutnya, jaringan peredaran PCC yang menimbulkan korban di Kendari salah satunya berasal dari Purwokerto.

“Saya perintahkan ungkap terus sampai ke importir-importirnya nanti,” tegasnya.

Sebelumnya, dua unit ruko di Jalan Raya Baturraden, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, digerebek Tim Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri dan Polres Banyumas pada Selasa 19/09/2017) karena dijadikan sebagai pabrik PCC yang mampu menghasilkan ratusan ribu butir dalam semalam. Penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan pengembangan kasus PCC di Cimahi dan Surabaya.

Dalam hal ini, bahan baku PCC berasal dari Cimahi, selanjutnya produksi sebagai pil di Purwokerto, dan hasil produksinya dikirim ke Surabaya untuk didistribusikan ke wilayah timur. Hingga saat ini, Ditnarkoba Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus PCC tersebut, yakni MSAS, WY, serta pasangan suami istri BP dan LKW.