Karangan Bunga Bernada Sindiran Muncul Setelah Para Buruh Bakar Karangan Bunga Untuk Ahok
Sumber foto : istimewa

Karangan Bunga Bernada Sindiran Muncul Setelah Para Buruh Bakar Karangan Bunga Untuk Ahok

Selasa, 2 Mei 2017 | 23:03 | Oky

Winnetnews.com - Pagi ini karangan bunga di Balai Kota kembali bertambah. Namun ucapan dalam karangan itu berupa bentuk kekecewaan terhadap‎ Federasi Serikat Pekerja Logam Elektonik dan Mesin ‎Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI)‎. Seperti diketahui, saat menggelar demo May Day, para buruh melakukan pembakaran terhadap karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Pantauan di lapangan setidaknya ada tujuh karangan bunga yang mengungkapkan bentuk kekecewaan terhadap pembakaran karangan bunga‎ tersebut. Salah satu karangan bunga yang dikirimkan oleh warga DKI Jakarta, adalah bertuliskan selalu ingat kepada kerja keras para pembuat ‎karangan bunga.

"Hai kawan, ingat jasa petani dan tukang bunga yang setiap tetes keringan diperas, untuk menciptakan kami para bunga, yang akan selalu menciptakan keindanga, dari para bunga," tulis salah satu karangan bunga di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/5).

Karangan bunga berikutnya juga tidak kalah unik, karena mempertanyakan apa salahnya sampai para buruh begitu kejam melakukan pembakaran.

"Bunga bertanya apa salahku sampai aku kau bakar??," tulis karangan bunga.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga mempertanyakan apa maksud dan tujuan terhadap pembakaran karangan bunga yang diberikan oleh warga Jakarta sebagai bukti terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot itu.

"Salah bunga apa, apakah ucapan warga DKI mengandung unsur-unsur ujaran kebencian. Ini tidak simpatik dan tidak baik," ujar Djarot.

Oleh sebab itu, Djarot meminta ke depan tidak ada aksi pembakaran karangan bunga. Buruh ataupun warga Jakarta harus bersikap santun terhadap perbedaan. "Harusnya lebih arif, santun, saling menghargai dan jangan kemudian mengumbar kemarahan," pungkasnya.

Sebelumnya, buruh yang diduga dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) tampaknya tidak senang melihat kondisi kota dipenuhi sampah.

Pasalnya mereka tampak mengumpulkan puluhan karangan bunga milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang berada di depan Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Buruh kesal karena karangan bunga tersebut telah mengotori pemandangan kota. Apalagi karangan bunga itu waranya sudah pudar, bunga yang menghiasinya pun telah layu, ditambah beberapa tulisan-tulisannya pun telah copot.

Karangan bunga yang isinya ucapan terima kasih itu tampak dikumpulkan dan kemudian di bakar oleh buruh. Asap hitam membumbung tinggi bahkan hingga terlihat di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Awalnya seorang koordinator lapangan dari‎ FSP LEM PSI‎ mengaku resah adanya pemandangan tidak menarik di depan kawasan Balai Kota. Lewat pengeras suara dia pun meminta rekan-rekannya dari buruh mengumpulkan karangan bunga dan membakarnya.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...