Karena Nilainya Tidak Stabil, Pembayaran Gunakan Bitcoin Ditolak

Rusmanto
Kamis, 07 Desember 2017 14:48 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 07 Desember 2017 14:48 WIB
Image Karena Nilainya Tidak Stabil, Pembayaran Gunakan Bitcoin Ditolak
ilustrasi

WinNetNews.com - Valve kini tak lagi menerima pembayaran menggunakan Bitcoin di jejaring game Steam. 

Menurut Valve, pembayaran dengan Bitcoin mempunyai biaya transaksi yang tinggi, yaitu mulai dari 20 sen sampai USD 20. Tak cuma itu, menurut Steam mata uang digital ini mempunyai volatilitas yang terlalu tinggi, alias fluktuasinya terlalu tinggi.

Nilai tukar Bitcoin sejak dulu sebenarnya memang tak pernah stabil. Namun belakangan ini nilai tukarnya benar-benar terlalu fluktuatif. Saat tulisan ini dibuat, nilai 1 bitcoin setara dengan USD 13.300.

Fluktuasi nilai Bitcoin yang jadi masalah itu tak melulu karena nilainya terus meningkat. Menurut Valve, nilai Bitcoin pernah jeblok 25% dalam hitungan hari, demikian dikutip dari Engadget, Kamis (7/12/2017).

Hal ini menjadi masalah besar bagi pengguna Steam saat melakukan transaksi, yaitu saat melakukan pembelian dan transaksinya tak segera diselesaikan. Nilai Bitcoinnya bisa saja berubah dalam rentang waktu tersebut, dan ketika nilainya berubah, maka akan terjadi transaksi kedua yang juga membutuhkan biaya tambahan.

Valve memang belum menutup pintunya rapat-rapat untuk Bitcoin, karena bisa saja di masa yang akan datang mereka akan kembali menerima pembayaran menggunakan mata uang digital tersebut. Meski tampaknya hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat. (detikcom)

Bikin Kolak Pelangi untuk Buka Puasa Yuk!
Wasekjen PBNU: Gubernur DKI Itu Jangan Urusi yang Salat-Salat Gitu Lah

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.