Karena Virus Corona, Ratu Elizabeth II Siap Mundur dari Tugas Kerajaan
Sumber:DailyMail.UK

Karena Virus Corona, Ratu Elizabeth II Siap Mundur dari Tugas Kerajaan

Rabu, 20 Mei 2020 | 12:10 | Cindy Cesilia
Winnetnews.com - Virus corona yang mewabah di berbagai belahan dunia membuat banyak orang menghentikan aktivitasnya. 

Termasuk juga pemimpin Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II. Ini menjadi istirahat terlama sang Ratu dari tugas publik selama 68 tahun masa pemerintahannya.

Para ahli kerajaan pun berpikir bahwa absennya Ratu Elizabeth II dari tugas-tugas kerajaan akan memakan waktu cukup lama. Bahkan, beberapa di antaranya mengatakan bahwa Ratu yang berisiko besar terpapar virus corona bisa jadi terpaksa mundur dari jabatannya secara permanen.

"Hal ini sangat menyedihkan tetapi saya tak bisa membayangkan bagaimana Ratu akan melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Virus COVID-19 tidak akan segera pergi dan akan terus ada selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Akan sangat berisiko bagi Ratu untuk bertemu orang-orang," jelas royal biographer Andrew Morton, dilansir dari Harper Bazzar.

Keputusan ini tentu saja banyak orang yang merasa sedih. Mengingat sang Ratu memiliki etos kerja yang sangat tinggi dan sangat mementingkan pekerjaannya.

"Dia (Ratu Elizabeth II) senang keluar dan bertemu orang banyak. Tapi kali ini dia tidak bisa mengambil risiko. Bagaimana bisa dia bertemu duta besar atau mengunjungi tempat tanpa bertemu orang-orang dari jarak dekat? Bila dia terkena corona, hal ini sangat fatal dan bisa membahayakan Pangeran Philip," lanjut Morton.

Pandemi corona yang tengah mewabah di seluruh dunia justru akan membuat sang Ratu menyerahkan pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari kepada Pangeran Charles, putra sulungnya. 

Meski begitu, hingga saat ini, Ratu Elizabeth II masih memiliki peran sebagai pemimpin Kerajaan Inggris, meski segala sesuatunya diatur secara virtual.

 Selain itu, tidak menutup kemungkinan bila nantinya akan ada perubahan protokol yang terjadi kepada seluruh keluarga kerajaan Inggris dalam berinteraksi dengan publik.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...