Kasihan! Harga Anjlok, Para Petani Blitar Biarkan Tomat Membusuk

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Kasihan! Harga Anjlok, Para Petani Blitar Biarkan Tomat Membusuk Sumber: Tempo.co

Winnetnews.com - Karena harga tomat yang terus jatuh, para petani di Blitar memutuskan untuk membiarkan tomat-tomat hasil panen mereka membusuk. Mereka melakukan hal tersebut lantaran harga panen yang mereka keluarkan jauh lebih besar dari harga jual di pasaran.

Erpani, contohnya. Petani dari Kecamatan Talun ini membiarkan tomat-tomat merah masak dikebunnya hingga membusuk. Erpani mengaku bahwa harga jual tomat hanya mencapai Rp500 per kilogram. Jika dipatok harga tersebut, Erpani tidak akan sanggup mengambil modal untuk panen.

“Ya dibiarkan busuk saja. Soalnya kalau memanen, biayanya akan tambah banyak lagi. Belum tambah bensin untuk mengantar tomat ke pasar. Saya sudah rugi bayak, dan tidak punya uang lagi untuk panen,” ungkap Erpani, dikutip dari Detik.com, Selasa (10/09).

Tidak hanya di kecamatan Talun, para petani di kecamatan lain di Blitar seperti Srengat, Ponggok, dan Gandusari juga melakukan hal yang sama dengan Erpani.

Merespon keluhan petani tomat, Kasi Holtikultura Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Blitar, Hikmah Wahyudi, buka suara. “Tomat itu memang bisa panen tiap bulan. Ini mungkin kesalahan pilih waktu untuk menanam. Waktu sekarang ini memang semua petani sedang menanam tomat. Kita di Blitar cuacanya memang sedang bagus untuk menanam tomat,” kata Wahyudi, dilansir dari Detik.com.

Tomat hasil panen di Blitar ini biasanya disetor ke beberapa pasar tradisional, seperti Ngronggo, Kediri. Namun karena para petani di Kediri juga melakukan panen tomat, akhirnya tomat-tomat milik petani Blitar harus berhenti disetor.

Sampai saat ini, harga jual di beberapa pasar tradisional Blitar masih terbilang rendah. Kisaran harga yang dijual yaitu antara Rp5.000 sampai Rp7.000.

Apa Reaksi Kamu?