Kasus COVID-19 di Indonesia Melandai, Negara Tetangga Meningkat
ilustrasi

Kasus COVID-19 di Indonesia Melandai, Negara Tetangga Meningkat

Selasa, 14 Sep 2021 | 07:30 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Saat kasus Corona di Indonesia mulai menurun, sejumlah negara lain termasuk negara tetangga melaporkan lonjakan kasus COVID-19.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19, kasus Corona di Indonesia mulai melandai dengan angka positivity rate 3,05 persen pada Minggu (12/9/2021). Di rentang Agustus hingga Mei 2021, positivity rate harian terendah dilaporkan di Maret, April, hingga Mei dengan angka 7,7, 8,9, hingga 8,5 persen.

Kasus COVID-19 pada Minggu (12/9/2021) yakni 3.779, kasus sembuh 9.401, dan meninggal 188. Angka ini cenderung lebih rendah dibandingkan negara tetangga.

Dikutip dari beberapa sumber, ini beberapa negara tetangga yang mengalami kenaikan kasus COVID-19.

1. Malaysia

Malaysia melaporkan 19.913 kasus baru virus COVID-19 pada Minggu (12/9/2021). Dengan adanya kasus baru ini, jumlah kasus aktif infeksi COVID-19 di Malaysia kini mencapai 237.277 kasus.

Puncak kasus COVID-19 di Malaysia terjadi pada 26 Agustus lalu, di mana jumlah kasus berada pada angka 24.599 dalam satu hari. Dikutip dari data CovidNow in Malaysia, hari ini, keterisian ICU di negeri tersebut sudah 83,9 persen.

Secara rinci Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, menyebut bahwa rumah sakit di tujuh dari 13 negara bagian Malaysia melaporkan kapasitas ICU yang menembus 90 persen. Bahkan, di negara bagian Kedah, kapasitas ICU menembus angka 122 persen.

Dikutip dari Worldometers, total kasus COVID-19 di Malaysia dari awal hingga saat ini 1.979.698. Ada 20.711 kematian sejak pandemic.

2. Korea Selatan

Hampir sepekan terakhir, angka infeksi di negara itu melonjak tajam hingga menembus angka 1.500 kasus perhari.

Puncaknya kasus Korsel naik pada 8 September, Di mana jumlah kasus menembus 2.049 infeksi dalam sehari.

Angka infeksi yang cukup tinggi ini memaksa pemerintah setempat untuk memodifikasi peraturannya terkait COVID-19.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengatakan negara itu berencana untuk mengizinkan pasien COVID-19 bergejala ringan diisolasi di rumah setelah sebelumnya mengharuskan seluruh pasien corona untuk dirawat di faskes dan sebuah fasilitas isolasi khusus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...