Skip to main content

Kasus First Travel: Bareskrim Rinci Pendapatan, Nilainya Fantastis! (4)

Aparat saat menggeledah kantor First TravelFoto: Zool WNN
Aparat saat menggeledah kantor First TravelFoto: Zool WNN

WinNetNews.com – Selain menyita berbagai barang bukti awal, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri juga melakukan penggeledahan di berbagai lokasi. Dari kegiatan penggeledahan di kantor First Travel, penyidik menemukan fakta menarik.

“First Travel memiliki 708 agen, 14 koordinator dan 7 kantor cabang yang masih aktif,” jelas Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/08/2017).

Selain itu, dari inventarisir data manifest, jumlah total jemaah Umroh Paket Promo 2017 periode pemberangkatan bulan Desember 2016 sampai dengan Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

“Yang telah diberangkatkan adalah sebanyak 14.000 orang dan belum diberangkatkan sebanyak 58.682 orang,” kata Ari.

Penyidik juga bergerak untuk menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berdasarkan hasil perhitungan sementara, sangat fantastis.

“Jumlah uang yang diperoleh First Travel dari biaya umroh Paket Promo 2017 seluruhnya sekira Rp1.039.352.600.000. Sementara jumlah uang dari 58.682 orang yang belum diberangkatkan dan 3.819 orang yang ikut dalam Paket Charter Pesawat dan Paket Ramadhan 1438 H sekira Rp848.700.100.000,” ungkap Ari.

Rinciannya, lanjut Ari, uang sekira Rp839.152.600.000 sebagai biaya dasar Paket Promo 2017

“Lalu uang sebesar Rp9.547.500.000 sebagai biaya tambahan program Charter Pesawat dan Paket Ramadhan 1438 H,” lanjutnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top