Kasus First Travel: Kabareskrim Urai Benang Kusut Persoalan (1)
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto/Foto: Zool WNN

Kasus First Travel: Kabareskrim Urai Benang Kusut Persoalan (1)

Selasa, 22 Agt 2017 | 00:27 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Kelindan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan biro perjalanan Umroh, PT. First Travel, menyita perhatian masyarakat. Terlebih lagi, jamaah yang menjadi korban mencapai puluhan ribu jamaah.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto memaparkan, kasus ini bermula dari masuknya laporan SH yang menjadi kuasa dari 13 agen First Travel yang dalam perkara ini mewakili 1.250 jamaah Umroh untuk Paket Promo 2017.

“Para agen First Travel itu awalnya adalah mantan jamaah Umroh Paket Promo dari First Travel, yang pada sekitar bulan November 2015 mulai mendaftar sebagai Agen atas iklan yang dibuat oleh First Travel. Untuk menjadi Agen, maka diharuskan mengikuti seminar tentang kemitraan dengan membayar registrasi agen sebesar Rp2.500.000, yang nantinya para agen akan mendapatkan fee atas jamaah Umroh dari Paket Promo sebesar Rp200.000 per jamaah,” papar Ari di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Selasa (22/08/2017).

Ari melanjutkan, data para agen itu kemudian dipasang pada brosur iklan Paket Promo Umroh oleh pihak First Travel, sehingga masyarakat yang tertarik akan menghubungi para agen untuk mendaftar.

“Para calon jamaah Umroh Paket Promo 2017 tersebut telah melakukan pembayaran lunas biaya paket sebesar Rp14.300.000 melalui transfer langsung ke rekening First Travel,” lanjutnya.

Para calon jamaah Umroh Paket Promo 2017 tersebut dijanjikan jadwal keberangkatan pada periode bulan Desember 2016 sampai dengan bulan Mei 2017. Tapi selalu ditunda-tunda dengan alasan kendala teknis, hingga berakhirnya masa periode keberangkatan yang dijanjikan hingga akhirnya para jamaah tersebut tidak diberangkatkan oleh pihak First Travel.

“Kejadian ini yang kemudian menjadikan para jamaah, melalui para agen, membuat laporan polisi dengan kerugian yang dilaporkan SH yaitu sebesar Rp1.800.000.000. Sedangkan total nilai kerugian dari 13 agen adalah sebesar Rp25.000.000.000,” jelas Ari.

Dari titik itu, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri akhirnya menjatuhkan persangkaan kepada Direktur Utama PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) atas nama Andika Surachman bersama-sama dengan Direktur yang merupakan istri dari Andika yaitu Anniesa Desvitasari Hasibuan dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana Penipuan, Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana Penggelapan, Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Pasal 28 Ayat (1) juncto 45A Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...