Skip to main content

Kasus First Travel: Kepada Penyidik Bareskrim Polri, Begini Pengakuan Tersangka (3)

Pasutri pemilik First TravelIstimewa
Pasutri pemilik First TravelIstimewa

WinNetNews.com – Tidak hanya mendengar keterangan para saksi terkait kasus PT. First Travel. Para penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri juga mendengarkan keterangan para tersangka.

“First Travel menawarkan 3 paket umroh yaitu Paket Promo dengan harga Rp14.300.000 lalu Paket Reguler dengan harga Rp25.000.000 dan Paket VIP dengan harga Rp54.000.000,” ungkap Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/08/2017).

Tapi kemudian, harga yang dikenakan pada paket promo sebenarnya tidak cukup untuk memberangkatkan jamaah umroh, sehingga membutuhkan subsidi dari jamaah paket Reguler dan VIP itu.

“Maksud dan tujuan membuat paket promo padahal tidak ada keuntungan finansial adalah agar mendapatkan banyak calon jamaah, sehingga nama First Travel akan semakin terkenal dan semakin banyak uang yang masuk,” jelas Ari.

“Tersangka Andika Surachman juga mengakui bahwa untuk memberangkatkan jamaah Paket Promo 2016 dengan menunggu masuknya jamaah paket promo 2017, sehingga jamaah Paket Promo 2016 bisa berangkat dengan menggunakan uang dari jamaah Paket Promo 2017, dan seterusnya. Skema bisnis seperti ini, sudah dijalankan oleh tersangka sejak tahun 2011,” lanjutnya.

Hasil penelusuran penyidik, ditemukan fakta bahwa uang jamaah dipergunakan Andika Surachman untuk membeli berbagai macam aset.

“Macetnya pemberangkatan jamaah Paket Promo 2017, berdasarkan hasil penyidikan, disebabkan adanya hambatan dalam penerbitan visa yang berakibat banyaknya perubahan jadwal, yang berdampak semakin sedikitnya jamaah yang mendaftar Paket Promo 2018, sehingga jamaah Paket Promo 2017 yang bisa diberangkatkan, hanya sebagian kecil saja. Sementara jamaah yang lainnya tidak dapat diberangkatkan,” tambah Ari.

Dari titik itu, aparat kemudian melakukan penyitaan barang bukti yaitu:

1. Bukti transfer atau kwitansi pembayaran biaya Paket Promo Umroh 2017;

2. Surat Penundaan Keberangkatan;

3. Manifest;

4. Perjanjian Kerjasama antara First Travel dan Agen Kemitraan;

5. Aplikasi Transfer/Kwitansi Pembayaran Biaya Umroh Paket Promo 2017;

6. Brosur-brosur First Travel tentang Paket Promo 2017;

7. Surat-surat First Travel kepada para Agen Kemitraan tentang penundaan pemberangkatan akan diberangkatkan pada pertengahan Mei 2017 yang berisi ‘apabila belum diberangkatkan akan dilanjutkan setelah Idul Adha 1438 H atau saat dibuka Oktober sampai dengan Desember 2017 atau pihak First Travel akan mengembalikan biaya Umroh sebesar 100% kepada para jemaah Umroh yang membatalkan umroh’;

8. Surat Edaran First Travel kepada para Agen Kemitraan tentang program Paket Charter Pesawat pada bulan Mei sampai dengan Juni 2017, dengan biaya tambahan sebesar Rp2.500.000 per orang;

9. Surat First Travel yang diedarkan melalui broadcast tentang anjuran kepada para Jemaah Umroh Paket Promo 2017 untuk memilih keberangkatan menggunakan Paket Umroh Reguler dengan biaya sebesar Rp19.900.000 per-orang;

10. 4 (unit) mobil yang terdiri dari:

11. Mengamankan Paspor milik para Jemaah Paket Promo 2017 sebanyak 3.593 buah.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top