Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali Pecah Rekor, Anies: Karena Strategi Pemprov
Foto: Tirto.id

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali Pecah Rekor, Anies: Karena Strategi Pemprov

Kamis, 30 Jul 2020 | 15:15 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Penambahan kasus harian COVID-19 di Jakarta kembali mencatatkan rekor tertinggi. Sebelumnya, penambahan tertinggi mencapai 473, sedangkan kemarin penambahan kasus mencapai 584.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, tingginya angka kasus harian itu karena strategi dari Pemprov DKI Jakarta.

"Karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya," kata Anies dalam sebuah Webinar, Rabu (29/7).

Ia pun menegaskan Pemprov tidak akan melakukan tes ke warga jika ingin angka penambahan kasus harian terlihat kecil. Jika hal tersebut dilakukan Anies mengatakan angka pandemi tidak akan turun.

"Kita akan dapat pesan yang salah yaitu di luar sana masih ada wabah, tapi kita tidak secara aktif mencari," jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta, ungkap Anies, saat ini sedang gencar melakukan tes. Ia mengutarakan  Pemprov DKI Jakarta sudah mampu melakukan pemeriksaan untuk 43 ribu orang per Minggu. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 6,3 persennya positif COVID-19.

"Nah 6,3 persen inilah yang kalau tidak ketahuan itu mereka akan menularkan kepada lebih banyak lagi," jelasnya.

Dalam pernyataan sebelumnya,Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Fify Mulyani menyebutkan, pada Rabu (29/7) ada penambahan 584 kasus baru di Jakarta.

Rinciannya, 207 dari total 584 kasus baru tersebut didapat dari pemeriksaan  yang dilakukan Puskesmas. Kemudian, sebanyak 377 orang dari tes yang dilakukan rumah sakit, klinik, dan lab.

"Dengan rincian 377 kasus atau 64 persen dari passive case finding, 140 kasus atau 24 persen dari contact tracing kasus sebelumnya, dan 67 kasus atau 12 persen dari active case finding," jelasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...