Kasus Penjualan Wanita, Polisi: Korban Dikenai Biaya Pembuatan Paspor Rp9,5 Juta

Zaenal Arifin
Zaenal Arifin

Kasus Penjualan Wanita, Polisi: Korban Dikenai Biaya Pembuatan Paspor Rp9,5 Juta
 Jakarta, Winnetnews.com -  Kasubdit III Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Umar Surya Fana mengungkapkan, korban penjualan wanita dikenai biaya pembuatan paspor sebesar Rp9,5 juta. Bahkan pembuatan paspor tersebut, menggunakan dokumen palsu.

"Oleh SH (tersangka), korban dibuatkan paspor di kantor Imigrasi Wilayah Jakarta menggunakan dokumen palsu, biaya satu paspor ‎Rp9,5 juta," kata Umar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Diungkapkan Umar, untuk membuat paspor SH tidak melakukannya sendiri. Diduga ada oknum petugas Imigrasi DKI Jakarta yang membantunya.

"Diduga kuat ada kesalahan prosedur yang sengaja dilakukan oleh oknum petugas imigrasi saat proses terbitnya paspor," ungkapnya.

Menurut Umar, keterlibatan pihak Imigrasi tercium dari paspor yang dibuat oleh SH, dimana SH memanfaatkan paspor yang sudah hilang untuk diperbaharui kembali.

Dijelaskan Umar, data-data dalam paspor yang hilang itu menggunakan data lama, sesuai pemilik paspor sebelumnya. Sedangkan foto paspor menggunakan foto para korban.

Sebelumnya, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan korbannya adalah 23 wanita belia yang berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Malaysia, berhasil dibongkar petugas.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});