Kasus Positif COVID-19 di Rusia Peringkat Kedua di Dunia, Tingkat Kematiannya Masih Rendah
Tim medis virus corona. (Foto: VOA)

Kasus Positif COVID-19 di Rusia Peringkat Kedua di Dunia, Tingkat Kematiannya Masih Rendah

Kamis, 21 Mei 2020 | 18:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Rusia menempati peringkat kedua kasus virus corona (Covid-19) di dunia, setelah total pasien yang terkonfirmasi positif menembus 300.000 orang, Rabu (20/5).

Mengutip Beritasatu.com, Kamis (21/5), data worldometers per Rabu (20/5), melaporkan terdapat 8.764 kasus Covid-19 baru di Rusia, sehingga total pasien yang positif menderita virus mematikan itu mencapai 308.705. 

Total kematian akibat Covid-19 di Rusia tercatat sebanyak 2.972, di mana 135 diantaranya merupakan kasus kematian baru. 

Penambahan signifikan jumlah penderita Covid-19 positif di Rusia, membuat negara itu menggeser Brasil dan menempati posisi kedua negara di di dunia yang paling parah terpapar virus corona, setelah Amerika Serikat (AS).

Para ahli mempertanyakan keakuratan data angka kematian yang rendah di negara itu, tetapi Rusia bersikeras bahwa negaranya tidak melaporkan kematian akibat virus corona yang tidak terkonfirmasi.

“Adalah aman untuk menganggapnya jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan statistik resmi. Agaknya dalam banyak kematian terkait Covid, penyebab kematian yang berbeda tidak didaftarkan, misalnya karena gagal jantung atau beberapa penyakit kronis. Dengan demikian jumlah kasus Covid-19 positif dan orang yang meninggal akibat Covid-19 bisa jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan," kata analis politik, Anton Barbashin, seperti dikutip BBC, Kamis (21/5). 

Analis Verisk Maplecroft yang juga ahli kajian Rusia, Daragh McDowell, mengungkapkan pernyataan senada. Menurunya skala penyebaran virus corona di Rusia tak bisa diremehkan dan data yang dilaporkan bisa saja tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.

“Tingkat infeksi resmi dan jumlah kematian hampir pasti sangat mengecilkan ukuran pandemi. Pihak berwenang telah secara efektif mengakui hal ini. Walikota Moskow (Moskow) memperkirakan jumlah infeksi di Moskow saja 300.000 pada 7 Mei,” kata Daragh McDowell.

Menurut Daragh McDowell, jumlah kematian akibat Covid-19 di Rusia yang rendah dibandingkan angka infeksi yang fantastis, memang mencurigakan. Sebagai contoh, di Dagestan yang menderita salah satu wabah corona terburuk di luar Moskwa, hanya ada laporan mengenai 35 kematian dari 3.553 kasus.

"Tapu pada saat yang sama, lebih dari 650 kematian karena pneumonia juga telah dicatat,” kata Daragh McDowell.

Tetapi Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membantah bahwa Rusia tidak akurat dalam melaporkan data kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19.

"Kami tidak menyembunyikan apa pun. Penyebab kematian diidentifikasi oleh otopsi. Ini adalah otopsi yang membantu kita menghitung dengan tepat, dan atas dasar ini diversifikasi penyebab kematian terjadi. Itulah perbedaan antara Rusia dan banyak negara Barat, di mana mereka tidak melakukan pemeriksaan postmortem," ujar Dmitry Peskov.

Lebih Rendah

Meskipun menempati urutan kedua kasus positif Covid-19 di dunia, angka kematian akibat Covid-19 di Rusia lebih rendah dibandingkan negara-negara eropa lainnya, tak melebihi angka 10%. Hal itu berbeda dengan negara-negara eropa lain yang mencatat angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 10% total kasus infeksi.

Inggris misalnya, memiliki lebih dari 247.000 kasus dan telah mencatat 34.876 kematian. Italia dan Spanyol, dengan sekitar 226.000 dan 232.000 kasus corona positif, telah melaporkan sekitar 32.000 dan 28.000 kematian.

Selain Rusia, Jerman juga melaporkan angka kematian yang rendah, yang mencapai 8.060 pada hari Selasa, meskipun memiliki lebih dari 177.000 kasus. Namun Jerman telah menghubungkan ini dengan kombinasi faktor, mulai dari pelacakan kontak awal, untuk memiliki sistem perawatan kesehatan yang canggih dan baru-baru ini dimodernisasi.

Seperti sebagian besar negara tetangganya di Eropa, Rusia menerapkan penguncian ketat di kota-kota besar Moskow dan St Petersburg, yang keduanya akan berlanjut hingga 31 Mei 2020.

Presiden Rusia, Vladimir, Putin memberlakukan periode tidak bekerja, yang berakhir pekan lalu, untuk membantu menahan penyebaran virus. Para gubernur daerah juga diberi tanggung jawab untuk menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi pandemi Covid-19.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...