Kasus Relawan Jokowi Dianiaya Berlanjut, Polda Metro Rencanakan Pemeriksaan Sekum FPI

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Kasus Relawan Jokowi Dianiaya Berlanjut, Polda Metro Rencanakan Pemeriksaan Sekum FPI Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng babak belur diduga dianiaya saat aksi demonstrasi pada 30 September 2019 di sebuah masjid Pejompongan, Jakarta. [Foto; Detik]

Winnetnews.com - Pasca menahan Sekretaris Jenderal Persaudaraan alumni (Sekjen PA) 212, Bernard Abdul Jabbar serta Fery yang diduga menganiaya relawan Jokowi, Ninoy Karundeng saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, Polda Metro Jaya dikabarkan berencana memeriksa Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Rabu (9/10).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menuturkan, pemerikasan Munarman sebagai saksi terkait kasus yang sama.

“Jam 10an pemeriksaannya,” beber Argo seperti dikutip CNN Indonesia.

Meski demikian, Argo mengaku hingga kini belum mendapat konfirmasi kehadiran Munarman terkait agenda pemeriksaan ini.

“Kita tunggu saja,” lanjutnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. [Foto: CNN Indonesia]

Di sejumlah media massa, Munarman mengakui dirinya sempat meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta, tempat Ninoy Karundeng diduga disekap dan dianiaya. Dia meminta rekaman cctv kepada anggota dewan keluarga Masjid Al-Falah.

"Yang saya minta rekaman CCTV masjid," tutur Munarman, Senin (7/10).

Munarman menegaskan, dirinya hanya meminta rekaman CCTV masjid tertanggal 30 September 2019 lantaran ingin mengetahui situasi dan kondisi. Saat dikonfirmasi perihal dirinya memerintahkan penghapusan rekaman CCTV masjid tersebut, dia membantahnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar. Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab (kiri) dan Sekum FPI, Munarman (kanan) [Foto: Law-Justice.co]

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Menurut Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut.

Apa Reaksi Kamu?