Kawan Lama Jawab Tantangan Era Disruptif, Resmikan Sembilan Unit Bisnis Sekaligus

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Kawan Lama Jawab Tantangan Era Disruptif, Resmikan Sembilan Unit Bisnis Sekaligus Toys Kingdom dan Informa merupakan bagian dari Kawan Lama Retail Group. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews]

Winnetnews.com - Perusahaan retail terkemuka di Indonesia, PT Kawan Lama Retail Group, terus berupaya mengembangkan sejumlah bisnis usahanya di bidang retail, seperti peralatan rumah tangga, furnitur, food and beverage, serta unit bisnis lainnya di Neo Soho Mall, Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (16/10).

Ada sembilan unit bisnis yang turut serta mendukung pengembangan usaha Kawan Lama Retail, antara lain ACE Hardware, Informa, Toys Kingdom, Chatime, Ataru, Dr. Kong, dan Travelink. Kesembilan unit bisnis tersebut diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat dalam melengkapi kebutuhan rumah tangga khususnya, akan berbagai macam produk berkualitas dan lengkap dengan pelayanan staf yang profesional.

Grand Opening sembilan unit bisnis Kawan Lama Retail di Neo Soho Mall, Rabu (16/10). [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews]

Direktur Marketing Kawan Lama Group, Nana Puspa Dewi mengaku jika sebelumnya ACE dan Informa sudah ada di kawasan Central Park. Dia menyebut kepindahan ini sebagai bentuk perluasan usaha Kawan Lama Retail demi memuaskan warga Jakarta.

“Ini bukan tambah toko, melainkan pindah toko dari Central Park ke Neo Soho. Alasannya karena kami ingin memberikan kepuasan yang lebih untuk para pengunjung dan pelanggan kami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, di samping itu juga pihak Neo Soho Mall mendukung penuh pengembangan ini,” jelasnya saat konferensi pers.

Salah satu partisi di Informa Neo Soho Mall. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews]

Nana menambahkan, dari sembilan unit bisnis, hanya dua unit yang direlokasi dari Central Park ke Neo Soho, yakni ACE Hardware dan Informa.

“Sisanya adalah penambahan unit bisnis. Total sepanjang tahun 2019, kami sudah membuka sekitar 108 unit bisnis,” lanjutnya.

Tantangan era disrupsi

Saat ditanya tentang era disrupsi yang kini menggerogoti sejumlah perusahaan toko retail, seperti yang dialami Matahari Departemen Store serta Giant yang tergabung dalam PT HERO Supermarket Tbk, Nana membeberkan kiatnya dalam menjaga eksistensi di era disrupsi ini.

“Selama kami masih bisa tetap fleksibel, menyesuaikan diri, dan adaptatif terhadap berbagai perkembangan yang ada, seharusnya potensi itu masih bisa kami coba kejar. Untuk tetap bisa berkembang. Kami tidak boleh terlena, justru harus menjadikan era disrupsi ini sebuah tantangan,” katanya.

Direktur Marketing Kawan Lama Group, Nana Puspa Dewi. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews]

Dia menambahkan, era disrupsi seperti yang banyak terjadi di perusahaan retail terkemuka lainnya memang sulit untuk dihadapi. Nana mengaku jika tantangan ke depan, yakni bagaimana dengan situasi dan kondisi terkini, Kawan Lama Retail tetap bisa tumbuh dan maju.

“Tentunya banyak hal yang kami lakukan. Yang paling utama adalah pelayanan terbaik terhadap customer atau pelanggan. Semaksimal mungkin kami akan memberikan pelayanan terbaik sampai pelanggan itu satisfied atau puas. Ini berkaitan dengan pengertian kami kepada para pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya,” tukasnya.

Travelink, salah satu unit bisnis Kawan Lama Retail yang fokus di perlengkapan travelling. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews]

Nana menjelaskan, beberapa hal dilakukannya dalam mencapai kepuasan pelanggan tersebut. Dia menyebut sejumlah langkah strategis itu antara lain melakukan riset, dialog dengan pelanggan, mengamati perkembangan yang ada, dan memastikan fleksibilitas dan adatif terhadap sejumlah perubahan yang begitu cepat.

“Harapan kami dengan beragam penyesuaian yang kami lakukan, bisa tetap tumbuh kembang dengan apa yang sudah kami alami dan lalui selama ini,” tandasnya.

Apa Reaksi Kamu?