Kawasaki Indonesia Kurang Berani Jual Skuter Besar

Kawasaki Indonesia Kurang Berani Jual Skuter Besar

WinNetNews.com - Setelah ”memegang” image sepeda motor off-road dan sport premium, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tidak gegabah melirik jenis lain. Sambutan baik konsumen Eropa terhadap skuter bongsor, salah satunya J300 yang baru diluncurkan di EICMA, Milan, akhir 2013, dianggap belum bisa jadi patokan sebagai model yang akan sukses di sini.

GM Divisi Pemasaran KMI Yusuke Shimada mengatakan bahwa pasar big scooter tidak menjadi incaran karena peminatnya tidak begitu banyak. ”Khusus untuk J300, memang produknya sangat bagus. Tapi jika dipasarkan di sini, harganya pasti tinggi karena cc (kapasitas silinder) di atas 250. Untuk saat ini kami tidak berpikir ke sana,” urainya.

Aturan di Indonesia, setiap sepeda motor dengan kapasitas silinder di atas 250 cc sudah tergolong barang mewah, dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang lebih besar. Dipastikan, Kawasaki J300 akan dibanderol sangat mahal jika dijual KMI.

Di Inggris, skuter yang diidentikkan dengan ”Ninja matik” ini dijual 4.049 poundsterling atau setara Rp 81,6 juta. Bisa dibayangkan, jika masuk Indonesia, maka harganya bisa hampir dua kali lipat karena beban biaya impor dan pajak.

Kendati demikian, meninggalkan pasar skuter bongsor bukan berarti diam. KMI sudah mengakui akan berusaha merebut segmen baru, yakni pasar klasik atau lifestyle. Si klasik Estrella 250 cc akan menjadi model pertama sepeda motor klasik Kawasaki yang bakal dijual di Indonesia.