Kaya Akan Nutrisi Nih, Ini Makanan Pendamping dari Acar hingga Kimchi

Muchdi
Muchdi

Kaya Akan Nutrisi Nih, Ini Makanan Pendamping dari Acar hingga Kimchi Ilustrasi Acar (Foto- iStock)

WinNetNews.com - Makanan pendamping kerap dicuekin atau dibuang saat hidangan utama selesai disantap. Kebiasaan ini sebaiknya tak lagi diulang, karena makanan pendamping terbukti punya banyak manfaat.

WHO bahkan menyarankan fortifikasi makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien setiap hari.

Sesuai tradisi tiap negara, makanan pendamping selalu dihidangkan bersama hidangan utama. Makanan dengan bahan utama sayur atau buah ini biasanya disiapkan dalam porsi kecil.

Dengan rasa yang cenderung asam atau pedas, makanan pendamping dimaksudkan untuk menambah cita rasa saat menyantap makanan utama.

Dikutip dari situs detikHealth yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jakarta, Minggu (16/9/2018),  berikut makanan pendamping khas di beberapa negara dan manfaatnya, yuk disimak ya.

1.Indonesia, acar

Acar biasanya dihidangkan bersama makanan yang digoreng, mulai dari makanan besar hingga camilan. Untuk makan besar misalnya nasi goreng, sementara camilan contohnya martabak telur.

Acar diolah dengan bahan utama wotel, timun, bawang merah, dan potongan cabai. Bahan dicampur cuka, gula, dan garam secukupnya sesuai selera.

Meski bisa memenuhi kebutuhan nutrisi, acar jangan dikonsumsi terlalu banyak bagi yang memiliki gangguan pencernaan. Penderita diabetes juga sebaiknya berhati-hati, jangan sampai kadar gula melonjak naik karena makan acar.

2. Korea, kimchi

Makanan yang didapuk menjadi salah satu tersehat di dunia ini dikonsumsi masyarakat Korea Utara dan Selatan. Kimchi kaya vitamin A, B1, B2, zat besi, kalsium, dan bakteri lactobacillus yang baik untuk pencernaan.

Bakteri ini berperan utama dalam proses fermentasi kimchi selama satu hingga tiga bulan. Sama dengan acar, kimchi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Kimchi bisa menyebabkan kembung dan masalah gas dalam perut, bagi yang mengalami gangguan pencernaan.

3. Turki, Tursu

Tursu yang mirip acar, telah menjadi bagian dari kebutuhan utama masyarakat Turki. Tursu dihidangkan bersama hampir seluruh hidangan, tak hanya masakan asli Turki.

Beberapa toko menyediakan jasa pembuatan tursu, yang memungkinkan masyarakat membawa sendiri bahan favoritnya dan membawa pulang dalam keadaan siap santap.

Bahan utama tursu biasanya timun, terong, kubis, cabai, wortel, dan bawnag bombai. Bahan tersebut dicampur cuka anggur, garam, dan berbagai bumbu lainnya. Tursu memudahkan pencernaan mengolah makanan utama dan memperkaya asupan

4. Italia, Mostarda

Mostarda yang berasal dari Itali Utara terbuat dari manisan buah dan sirup atau bubuk mustard. Mostarda yang tinggi gula, biasa dihidangkan dengan masakan berbahan daging dan keju.

Gula bisa diganti jeruk, madu, dan anggur merah untuk rasa manis, ditambah balsamic vinegar untuk memperkaya rasa, dan rosemary serta kayu manis untuk intensitas hidangan.

Bahan mostarda kemudian dimasak dalam waktu lama untuk meningkatkan rasa manis, mengintesifkan rasa, dan menghilangkan aroma tak sedap tanpa menambah gula atau garam.

5. Vietnam, Do chua

Do chua biasanya terdiri atas lobak dan wortel dengan rasa cenderung manis asam. Makanan pendamping ini digunakan hampir di semua masakan asli Vietnam, baik dikonsumsi langsung maupun sebagai campuran.

Bahan do chua dicampur garam, sebelum dipanaskan bersama air, gula, dan cuka. Setelah tercampur rata selama sekitar dua jam, do chua dimasukkan dalam wadah tertutup. Do chua yang tahan hingga dua bulan, sebaiknya jangan dikonsumsi terlalu banyak untuk menjaga kondisi pencernaan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});