Skip to main content

Kayak Film Mafia aja, Ada Kafe di Surabaya Jadi Lokasi Kumpulnya Para Penjahat!

Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus pelaku begal motor yang sudah DPO selama setahun/Dokumentasi Polrestabes Surabaya
Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus pelaku begal motor yang sudah DPO selama setahun/Dokumentasi Polrestabes Surabaya

WinNetNews.com – Sebuah kafe di kawasan Surabaya digerebek oleh Polrestabes Surabaya. Ini merupakan hasil perburuan aparat selama ini terhadap pelaku tindak kejahatan yang biasa merencanakan aksinya. Di kafe itu, membuat rencana kejahatan sambil mabuk-mabukan.

"Kami mendapat informasi kafe itu tempat berkumpulnya muda-mudi. Banyak di antara mereka kemudian merencanakan dan melakukan tindak kriminal terhadap warga Kota Surabaya," ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Wiguno, Minggu (16/07/2017).

Tim Antibandit Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya akhirnya dikerahkan untuk merazia setiap pengunjung di kafe itu. Pengunjung diperiksa polisi, satu demi satu, demikian juga kendaraan mereka. Hasilnya, seperti dikutip dari keterangan resmi, dua puluh satu kendaraan tanpa surat-surat resmi dan pemiliknya yang didapati polisi, digelandang ke Polrestabes Surabaya untuk didata serta ditelusuri asal-usul kepemilikannya.

Semua ini berawal pada akhir pekan kemarin. Polrestabes Surabaya merilis tangkapan pelaku begal berinisial AM, warga Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur, yang dikenal sadis dalam setiap beraksi. Pemuda berusia 30 tahun warga Jalan Bulaksari IX, Surabaya, itu merupakan anggota komplotan 10 orang begal yang biasa merencanakan kejahatan setelah bermabuk-mabukan di kafe yang digerebek polisi ini.

Komplotan begal ini berbahaya karena setiap kali menyasar korbannya selalu berkelompok dengan pembagian peran. Mulai dari membuntuti korban hingga ke tempat sepi, lalu mengancam dengan senjata tajam, serta seringkali memukuli korban, setelah itu merampas sepeda motor atau barang-barang berharga milik korban.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top