Skip to main content

KBRI Damaskus Tidak Bisa Pastikan Keberadaan Bahrun Naim di Suriah

KBRI Damaskus Tidak Bisa Pastikan Keberadaan Bahrun Naim di Suriah
KBRI Damaskus Tidak Bisa Pastikan Keberadaan Bahrun Naim di Suriah

WinNetNews.com - Serangan teror bom dan penembakan di Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (14/1) mencuatkan nama Bahrun Naim. Bahrun diduga sebagai dalang teror tersebut.

Saat ini keberadaan Bahrun diketahui ada di Suriah. Hal itu terlihat dalam sebuah percakapan di blog pribadinya www.bahrunnaim.co yang kini sudah tidak bisa diakses lagi.

Baca juga: Bahrun Naim Ada di Suriah

Detikcom pun mencoba mengkonfirmasi pihak KBRI Damaskus. Menurut Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Damaskus AM Sidqi, kedutaan belum mengetahui apakah benar Bahrun berada di Suriah.

"Tentu saja dia tidak akan lapor diri atau berkontak dengan KBRI Damaskus," kata Pelaksana Fungsi Konsuler Pensosbud KBRI Damaskus AM Sidqi, Minggu (17/1/2016).

"Sementara KBRI Damaskus hanya mendata WNI yang resmi masuk ke Suriah bukan yang ilegal," lanjutnya.

Sebelumnya ternyata Bahrun pernah terjerat hukum dan dipenjara terkait kasus terorisme. Hukuman yang pernah dijalani itu tak mampu membuat Bahrun jera untuk melakukan teror.

Ketika itu Naim ditangkap oleh Densus 88/Anti-Teror pada 9 November 2010. Naim ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa ratusan butir amunisi ilegal.

Kemudian di persidangan yang digelar di PN Surakarta, Naim tidak dijerat dengan UU Terorisme. Dia 'hanya' dijerat dengan UU Darurat No 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. Putusan majelis hakim di PN Surakarta pada 9 Juni 2011 menjatuhkan vonis penjara 2 tahun 6 bulan terhadap Muhammad Naim karena tanpa kewenangan menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm.

Sementara itu pihak keluarga dari Bahrun yang berada di Solo merasa terganggu dengan berbagai pemberitaan dan informasi sosial media yang dianggap memojokkan. Semua tindakan Naim adalah tanggungjawab pribadi.

Keluarga meminta semua pihak menunggu proses hukum. Itu untuk membuktikan apakah Naim benar-benar terlibat atau tidak dalam aksi teror bom di Jakarta tersebut.

Zaim, adik kandung Naim, mengatakan karena Naim sudah dewasa dan mandiri serta sudah punya keluarga sendiri maka apapun yang dilakukan adalah tanggungjawab pribadi. Apakah nantinya terbukti bersalah atau tidak, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top