KCIC Bilang Kalau Pekerja China Melanggar, Deportasi!

KCIC Bilang Kalau Pekerja China Melanggar, Deportasi!

WinNetNews.com-PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tak perduli 5 warga negara China itu ditangkap TNI AU.

Menurut KCIC, jika orang-orang itu salah, maka tindakan tegas perlu dilakukan, termasuk deportasi mereka."Kami sudah bilang ke orang-orang saya, kalau orang-orang China melanggar, lapor Polisi untuk deportasi. Saya enggak tahu (orang-orang) ini liar," ucap Dirut KCIC Hanggoro Budi Wiryawan di Jakarta, Rabu (27/4/2016). Kini, kelima 5 warga negara China tersebut telah diamankan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Timur.Kelima orang tersebut berinisial CQ, ZH, XW, WJ, dan GL.Ketika diperiksa, CQ hanya perlihatkan fotokopi paspor. Zh tunjukkan Kitas, sementara XW tunjukkan identitas Republik Rakyat China. Sementara WJ dan GL tak mampu perlihatkan dokumen apa pun pada petugas.

China adalah negara mitra proyek KA cepat Jakarta-Bandung. BUMN Indonesia dan BUMN China jadi pemegang saham PT KCIC. Malah sebagian besar nilai investasi mega proyek senilai 5,135 miliar dollar AS tersebut, diberikan oleh China Development Bank (CDB).Hanggoro sendiri akui KCIC miliki kerjasama dengan PT Geo Central Mining (PT GCM), perusahaan asal para pekerja yang ditangkap TNI AU.Namun ia tegaskan bahwa kontrak GCM terletak di Karawang, bukan di Halim Perdanakusuma. Malah tutur Hanggoro, KCIC telah melarang para vendor proyek KA cepat lakukan pengerjaan proyek di area Halim Perdanakusuma. Karena TNI AU belum memberikan izin penggunaan lahan Halim Perdanakusuma guna proyek KA cepat.

Melalui ditangkapnya 7 orang pekerja GCM, yang 5 orang diantaranya adalah warga negara China, maka salah satu perusahaan vendor proyek KA cepat tersebut dinilai terbukti langgar perjanjian."Saya kontrak dengan vendor A, B, dan C dengan perjanjian. Dengan begitu, kalau ada pelanggaran, harus ditindak tegas," ungkap Hanggoro.

Sumber:kompas.com

Foto: http://finance.detik.com/