Keamanan Jokowi Ditingkatkan

Keamanan Jokowi Ditingkatkan

Selasa, 19 Jan 2016 | 18:55 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Pascateror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui bahwa pengamanan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) ditingkatkan.

Peningkatan pengamanan hanya dilakukan saat menghadiri acara tertentu. Di antaranya, ketika pesertanya di atas 100 atau 200 orang.

"Memang sebenarnya pengamanan memang ada tambahan sedikit untuk presiden dan wakil presiden kalau ada kegiatan tambahan. Kalau mengundang tamu dari luar yang jumlahnya banyak di atas 100 atau 200 orang memang ada pengamanan tambahan," kata pria yang akrab disapa Pram ini, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/1).

Menurut Pram, peningkatan pengamanan merupakan prosedur tetap (protap) dari pasukan pengamanan presiden (paspampres). Mengingat, pasukan tersebut yang bertanggungjawab atas keamanan presiden dan wapres.

Peningkatan pengamanan, lanjut Pram, juga diterapkan pada daerah-daerah vital dan strategis

 

Namun, Pram mengatakan bahwa peningkatan keamanan bukan berarti saat ini situasinya tidak aman. Tetapi, bentuk langkah antisipasi.

"Presiden sendiri yang menginstruksikan ketika melihat di lapangan (situasi), agar semuanya berjalan normal," ujar Pram.

Berdasarkan pengamatan, pascateror bom di kawasan Thamrin, pada Kamis (14/1) pekan lalu, peningkatan pengamanan terlihat di kantor Wapres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat.

Tidak seperti sebelumnya, kini, Paspampres dengan seragam lengkap dengan senjata laras panjang menjaga tiap sudut kantor.

Demikian juga jalan akses menuju Masjid Sunda Kelapa dari arah Taman Suropati ditutup. Sebab, melewati pintu depan rumah dinas (Rumdin) Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...