Kebablasan Bahas Rasisme, Komentator Sepak Bola Dipecat

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Kebablasan Bahas Rasisme, Komentator Sepak Bola Dipecat Luciano Passirani. (Foto: YouTube)

Winnetnews.com - Sebaiknya kita harus bersikap hati-hati, terlebih jika sedang berada dalam sebuah liputan langsung di sebuah stasiun televisi. Hal tersebut dialami salah satu komentator sepak bola di Italia perihal komentar yang kebablasan mengenai striker Inter Milan, Romelu Lukaku.

Luciano Passirani, seorang komentator di kanal Telelombardia dalam acara Qui Studio a Voi Stadio (QSVS). Acara debat tersebut membahas tentang perjalalan pemain maupun klub sepak bola, khususnya Seria A. Melansir Detik.com, Passirani yang berusia 80 tahun menilai positif kontribusi Lukaku hingga mampu menempatkan Inter di puncak klasemen Serie A Liga Italia.

"Lukaku merupakan salah satu transfer terbaik yang telah dilakukan Inter. Saya tidak melihat ada pemain sepertinya di tim lain di Italia. Dia salah satu yang terkuat. Saya menyukainya karena dia kuat, kembarannya: (Duvan) Zapata di Atalanta," ujar Passarini, seperti dikutip Guardian.

Romelu Lukaku. (Foto: Daily Express)

Pujian Passarini pun berlanjut, namun ia kebablasan dan menggunakan istilah bernada rasisme.

"Mereka berdua memiliki sesuatu yang tak dimiliki pemain lain, mereka mencetak sejumlah gol dan membawa timnya maju. Dia akan mengalahkanmu dalam duel satu lawan satu. Jika kalian menantangnya, kalian akan kalah. Kecuali kamu memberikan 10 pisang kepadanya, atau...," kata Passarini.

Fabio Ravezzani, direktur program acara tersebut, menyebut Passarini sudah meminta maaf, namun omongannya sudah terlanjur viral. Ia menyebut Passarini tak akan dipakai lagi dalam acara tersebut.

"Tuan Passirani sudah berumur 80 tahun dan untuk memuji Lukaku ia menggunakan kalimat yang ternyata berbau rasis," ujar Ravezzani.

Duvan Zapata. (Foto: 90Min)

"Saya tak bisa memberikan toleransi terhadap segala bentuk kesalahan, meskipun itu hanya sesaat," sambungnya.

Kejadian ini menambah panjang kasus rasisme yang terjadi di Italia, khususnya terhadap Lukaku. Sebelumnya, penyerang Belgia itu telah menjadi sasaran rasisme suporter Cagliari saat Inter menghadapi Cagliari, Sabtu (31/8/2019).

Apa Reaksi Kamu?