Keberadaan Taksi Online Juga Dikeluhkan di Yogyakarta
istimewa

Keberadaan Taksi Online Juga Dikeluhkan di Yogyakarta

Rabu, 3 Mei 2017 | 14:32 | Rusmanto

WinNetNews.com - Adanya taksi online yang tidak ada izin trayek dikeluhkan para sopir taksi konvensional. Taksi online mematok tarif di bawah argo resmi. Sementara itu taksi pelat kuning yang mengantongi surat izin resmi haru mematuhi peraturan atau surat keputusan Gubernur DIY.

"Taksi resmi di Yogyakarta jumlahnya sekitar 1.000 armada. Kami ada izin trayek, kendaraan juga di kir dan terdata semua," kata koordinator aksi Rudi Kamtono kepada wartawan disela-sela aksi di Jalan Malioboro, Rabu (3/5/2017).

Sementara itu kata Rudi, taksi online jumlahnya tidak diketahui, tidak terdaftar dan tidak punya izin trayek. Selain itu, tarif taksi online di bawah ketentuan yang ditetapkan pemerintah DIY bersama Organda DIY.

Rudi menuturkan masalah turunnya pendapatan hampir semua dikeluhkan oleh para sopir taksi resmi. Untuk mencari pendapatan Rp 100 ribu per hari, saat ini sangat sulit.

"Pendapatan kami turun drastis hingga 80-90 persen. Dulu cari uang Rp 500 ribu sehari gampang, sekarang kita cari Rp 100 ribu saja sudah sulit," katanya.

Menjamurnya taksi online di DIY berdampak pada menurunnya pendapatan sopir taksi konvensional. Mereka mengaku, pendapatanya turun 90% sejak taksi online semakin bertambah banyak di Yogyakarta.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Paguyuban Pengemudi Taksi DIY, Sutiman, saat ini sangat sulit untuk mencari pendapatan karena kalah bersaing dengan taksi online yang menawarkan tarif sangat murah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, taksi resmi akan habis dan tidak bisa bertahan lagi. Selain itu mereka juga mendapatkan bonus jika mendapatkan banyak pelanggan.

"Awalnya turun 70 persen, 80 persen, sekarang 90 persen. Kita sudah tidak bisa setor," kata Sutiman.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...