Keberanian Dirut Baru Garuda Indonesia Tolak Kartel Industri Penerbangan Lokal
Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra berani menolak kartel di industri penerbangan lokal. [Foto: Liputan6]

Keberanian Dirut Baru Garuda Indonesia Tolak Kartel Industri Penerbangan Lokal

Jumat, 24 Jan 2020 | 09:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Baru sehari disahkan menjadi Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengaku akan menolak tegas terhadap kartel dalam industri penerbangan Indonesia. Dirinya menungkapkan, hanya menawarkan dan mempromosikan jasa dan pelayanan maskapainya dalam kompetisi yang sehat.

“Jadi rasanya tidak perlu terutama dengan maskapai lokal menurut saya kita perlu berkolaborasi tanpa menciptakan kartel. Saya bukan orang yang setuju dengan adanya kartel," ujar Irfan Setiaputra dikutip Detik dari Antara, Kamis (23/1).

Irfan mengatakan bahwa kompetisi itu kalau semata-mata diartikan hanya sebagai kompetisi nantinya akan saling memakan satu sama lain, sehingga yang dikhawatirkan akibat kompetisi yang begitu ketat timbulnya komoditisasi dari pada jasa ini. Nantinya semua penumpang hanya melihat harga yang rendah terus naik.

Padahal menggunakan atau membeli jasa penerbangan itu bukan seperti membeli teh atau casing HP, namun dibalik ini ada keamanan pelayanan dan berbagai hal lainnya.

"Hubungan dengan maskapai lain ini kita berkompetisi saja, tapi kemudian di banyak sisi mestinya kita bisa kerja sama," kata Irfan Setiaputra.

Tingkatkan Pariwisata

Sebelumnya Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menilai penggantian Direktur Utama Garuda Indonesia bisa meningkatkan kinerja industri pariwisata yang sempat lesu.

Selama ini, menurut dia, Garuda telah menciptakan sistem kartel dan mendikte pasar, melalui cara-cara seperti menekan operator jasa layanan penjualan tiket seperti Traveloka.

Irfan Setiaputra ditetapkan sebagai Direktur Utama baru Garuda Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang digelar pada Rabu (22/1).

RUPSLB ini dihadiri/diwakili oleh pemegang 23,38 miliar lembar saham atau 90,34 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia. [merdeka]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...