Keberhasilan PT Austindo Nusantara Jaya Bertahan Kelola Keuangan Berbuah Peningkatan Laba Signifikan

Rani
Rani

Keberhasilan PT Austindo Nusantara Jaya Bertahan Kelola Keuangan Berbuah Peningkatan Laba Signifikan ANJ 2017

WinNetNews.com - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) adalah perseroan yang bergerak di bidang pangan dan energi terbarukan. Perusahaan ini memliki wilayah bisnis di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Belitung, Kalimantan Barat, Jember, dan Papua. ANJ memiliki kegiatan usaha utama di bidangan pengolahan minyak kelapa sawit dan sagu alam. ANJ juga merambah bidang energi terbarukan, yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi dan biogas. Tak hanya itu, ANJ juga mengelola pabrik edamame yang berlokasi di Jember.

ANJ memiliki beberapa keunggulan diantaranya dalam hal posisi ANJ unggul untuk memanfaatkan pertumbuhan Industri Kelapa Sawit, memiliki manajemen biaya operasional yang efisien, memiliki profil umur pohon kelapa sawit dan cadangan lahan yang signifikan, memiliki posisi keuangan yang baik, mempunyai penerapan standar industri terbaik dan sertifikasi, mempunyai komitmen kuat terhadap keberlanjutan, serta memiliki tim manajemen yang berpengalaman.

Peningkatan signifikan

Tahun 2017 adalah tahun yang menjanjikan bagi ANJ karena perusahaan telah memperoleh manfaat dari kenaikan signifikan harga jual rata-rata minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK) di bandingkan dengan harga jual rata-rata pada tahun 2015 lalu. Pendapatan ANJ meningkat 6,7 % di tahun 2016, yakni dari 126,0 juta (2015) menjadi USD 134,4 juta (2016).

Pada tahun 2016 ANJ mendapatkan pendapatan bersih senilai USD 9,2 juta, ini merupakan peningkatan yang signifikan dari kerugian bersih di tahun 2016 yang besarnya senilai USD 8,4 juta. Tak hanya itu, EBITDA tahun 2016 juga ikut tumbuh 49,0 % menjadi USD 35,3 juta. Meskipun pendapatan ANJ meningkat sebesar 6,7 % dari 2015 ke 2016, laba bersih dan EBITDA meningkat lebih signifikan daripada pendapatan ANJ. Ini adalah hasil dari pengelolaan kegiatan operasional dan keuangan yang sangat hati-hati.

Pada akhir 2016 lalu pun telah diresmikan pembukaan lajur pertama pabrik kelapa sawit di Kalimantan Barat. Keberhasilan lain yang telah dicapai di tahun 2016 adalah Perkebunan Sumatera Utara I di Binanga berhasil memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), setelah sebelumnya 2 perkebunan yakni di Belitung dan Sunatera Utara telah menerima sertifikasi yang sama di tahun 2014 dan 2015. Alhasil ketiga perkebunan tersebut telah menjadi anggota dari badan sertifikat 'Roundtable Sustainable Palm Oil'.

Di akhir 2016, ANJT memiliki peningkatan aset sebesar 11,6 % menjadi 525,1 juta. Terutama karena tambahan aset di perkebunan dan aset tetap sejalan dengan investasi perseroan di perkebunan Kalimantan Barat, Pengembangan baru di perkebunan di Papua Barat dan pabrik tepung sagu di Papua Barat.

Jumlah liabilitas meningkat sebesar 31,1 % dari USD 130,0 juta menjadi USD 170,5 juta, utamanya disebabkan oleh meningkatnya saldo hutang bank untuk mendukung perluasan dan pengembangan perseroan. Meski begitu, perusahaan mampu mempertahankan kebijakan yang hati-hati pada rasio utang terhadap ekuitas dan rasio utang terhadap aset, masing-masing sebesar 0,48 dan 0,32 di tahun 2016, meskipun ada peningkatan yang signifikan pada saldo pinjaman bank.

Di kuartal pertama tahun 2017, produksi pabrik sagu komersial dimulai, setelah uji coba produksi selesai. Diperkirakan pabrik sagu akan mengalami peningkatan kapasitas dari 1.250 ton per bulan menjadi 2.500 ton per bulan di masa mendatang.

Selain itu, di tanggal 3 Januari 2017, perseroan menyelesaikan penerapan proyek Enterprise Resource Planning (ERP) pada entitas anak di Pulau Belitung. Proyek ERP ini bertujuan untuk mengintegerasikan proses bisnis dan sistem informasi di dalam perusahaan menggunakan SAP s/4HANA. Menyusul keberhasilan penerapan proyek ERP awal di Pulau Belitung, Perseroan akan melanjutkan penerapan proyek ERP tersebut pada entitas anak lainya. Proyek tersebut diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun 2018.

Konservasi

Dalam pengembangan perkebunannya, ANJ menyediakan dan mengelola area konservasi secara aktif dan berkelanjutan. ANJ saat ini sedang dalam proses untuk mendapatkan lisensi dan ijin agar area perkebunan kelapa sawit seluas 1.330 ha di wilayah Kalimantan Barat menjadi konservasi yang dikelola bersama dengan komunitas dan pemangku kepentingan lain, berkolaborasi dengan yayasan konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan International Animal Rescue Foundation.

Bagi ANJ Konservasi adalah nafas perusahaan. Kelestarian alam dan lingkungan harus sejalan dengan bisnis. Ini dibuktikan dengan ANJ memantau dan menilai inisiatif-inisiatif konservasi, serta terlibat dalam proyek kolaboratif dengan para ahli lingkungan dan ahli flora dan fauna dalam merancang dan mengelola area perkebunan sebagai tempat pelestarian keanekaragaman hayati, serta menjaga ekosistem.

Selain bekerja sama dengan masyarakat, ANJ didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan dan mitra yang berkomitmen membantu perusahaan dan memberi masukan serta arahan dalam pengelolaan area konservasi, antara lain Pemerintah Kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Universitas Tanjung Pura (UNTAN) dan lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di bidang lingkungan.

Di Papua, perusahaan melibatkan masyarakat menjaga daerah aliran sungai. Wilayah konsesi ANJ di Papua Barat dilewati tiga sungai besar: Metemani, Kamundan, dan Kais. Tiga sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di 60 desa yang memiliki 20 danau, habitat pelbagai jenis ikan, dan bagi hutan sebagai habitat pelbagai jenis satwa dilindungi. ANJ terpanggil untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam mengendalikan perburuan dan melindungi hewan endemik dan langka tersebut, dengan cara melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman kepada masayarakat.

Disamping menjaga kelestarian lingkungan melalui konservasi, ANJ juga berkomitmen kuat terhadap keberlanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan agama, ekonomi, dan infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengembangan yang bertanggung jawab, yakni keseimbangan yang tepat dalam mengelola tanggung jawab sosial, lingkungan, dan ekonomi, yang dikenal dengan istilah "People, Planet, Profit".

People berarti ANJ selalu berusaha melangkah maju bersama masyarakat sebagai mitra sejajar. Planet memiliki makna menjaga keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di semua operasi ANJ. Sementara Profit artinya ANJ senantiasa memperoleh imbal hasil usaha yang layak. Implementasi dari prinsip keberlanjutan tersebut tercermin dalam berbagai program di seluruh lokasi pengelolaan, yang terbentang dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Papua.

Apa Reaksi Kamu?