Kebijakan Baru Pemeirntah Saudi, Belum Menikah Boleh Menginap di Hotel

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Kebijakan Baru Pemeirntah Saudi, Belum Menikah Boleh Menginap di Hotel Ilustrasi perempuan Saudi berkendara. [Foto: BBC]

Winnetnews.com - Pemerintah Arab Saudi kini memperbolehkan pasangan wisatawan asing dan lokal menginap bersama di kamar hotel meski belum resmi menikah. Keputusan ini merupakan bagian dari aturan visa baru yang diumumkannya.

Tak hanya menginap berdua dengan lawan jenis, perempuan juga boleh tinggal sendirian di hotel. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah Saudi beberapa waktu lalu yang melarang pasangan belum menikah menginap di hotel.

Rupanya, pemerintah Saudi menerapkan hal ini guna memaksimalkan atau mendongkrak industri pariwisata. Selain perubahan keputusan tersebut, ada sejumlah kebijakan yang turut berubah baik untuk wisatawan asing maupun lokal.

"Semua warga negara Arab Saudi diminta untuk menunjukkan kartu identitas atau bukti pernikahan ketika menginap di hotel," tulis Komisi Pariwisata dan Peninggalan Sejarah Saudi dalam keterangan tertulis seperti dilansir BBC Indonesia, Minggu (6/10).

"Ini tidak diperlukan bagi wisatawan asing. Semua perempuan, termasuk perempuan Saudi, bisa menyewa dan tinggal di hotel sendirian, dengan hanya menunjukkan kartu identitas ketika akan menginap,” sambungnya.

Regulasi visa baru ini menyebut bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan untuk menutup auratnya namun diharapkan berpakaian dengan pantas.

Lama dikenal sebagai negara dengan aturan yang sangat ketat, Arab Saudi kini berusaha untuk mengendurkan citranya di mata turis dan investor asing.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman baru-baru ini membuat perubahan substansial di kerajaan yang ultra-konservatif ini. Itu termasuk menyudahi larangan perempuan Saudi untuk mengemudikan kendaraan dan memperbolehkan perempuan bepergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-laki.

Namun, beberapa perubahan ini dibayangi berbagai isu kontroversial, termasuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Simon Calder, editor perjalanan senior di The Independent mengatakan bahwa pelonggaran peraturan visa kemungkinan akan meningkatkan jumlah orang yang bepergian ke kerajaan.

"Penyederhanaan birokrasi untuk memperoleh visa harus mengarah pada peningkatan jumlah pengunjung segera - awalnya, saya bayangkan, dari mereka yang memiliki minat di dunia Arab dan warisannya," pungkasnya.

Apa Reaksi Kamu?