(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kebijakan Menteri Susi Bikin Ekspor Ikan RI ke AS Melesat

Rusmanto
Rusmanto

Kebijakan Menteri Susi Bikin Ekspor Ikan RI ke AS Melesat
WinNetNews.com - Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberantas kegiatan pencurian ikan (ilegal unreported unregulated fishing/IUU fishing) telah berbuah manis. Hal tersebut terlihat dari peningkatan yang signifikan angka ekspor komoditas tuna, tongkol, cakalang (TTC) ke Amerika Serikat (AS).

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo mengatakan, untuk periode Januari sampai September 2015, realisasi ekspor tuna, tongkol dan cakalang naik 26,7 persen.

Sebaliknya, negara tetangga yang turut mengekspor TTC justru mengalami penurunan volumenya. Sebut, saja Thailand mengalami penurunan volume sebanyak 13,4 persen menjadi 70,7 ribu ton dibanding periode sama tahun sebelumnya. Nilai ekspornya turun 13,6 persen menjadi US$ 313,5 juta.

Nilanto mengatakan peningkatan ekspor TTC tersebut karena kebijakan KKP di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pujiasti telah berdampak. Bahkan, kebijakan tersebut tak hanya berdampak ke Indonesia namun juga mengganggu ekspor negara-negara tetangga.

Sebelumnya, menurut data dari Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal pun dibentuk lewat Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2015 mengungkapkan bahwa negara yang sering melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Indonesia antara lain China, Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Hal itu dilihat dari data penenggalaman kapal asing sepanjang 2015.

Ada 117 kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia yang telah ditenggelamkan oleh pemerintah. Dengan rincian penenggalaman kapal sebanyak 107 unit hingga 30 Desember 2015.

Dari 107 kapal asing tersebut, sejumlah negara yang melakukan pencurian ikan itu antara lain dari Malaysia enam kapal, Filipina 34 kapal, China 1 kapal, Thailand 21 kapal, Vietnam 39 kapal, Papua dua kapal, dan Indonesia empat kapal.

Sedangkan 10 kapal yang ditenggelamkan pada 31 Desember 2015 antara lain Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Lokasi penenggalaman kapal di Perairan Belawan, Tarempa, Tarakan dan Tahuna.

disadur dari situs liputan6

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});