Kedatangan Yusril Ditolak Warga Pulau Laut
Sumber foto : Istimewa

Kedatangan Yusril Ditolak Warga Pulau Laut

Kamis, 5 Jul 2018 | 18:09 | Oky

Winnetnews.com - Aksipenolakan warga terhadap rencana pertambangan batubara di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, hingga kini terus berlanjut. Warga juga menolak rencana kedatangan pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra ke Pulau Laut.

Dalam beberapa hari terakhir bertebaran spanduk berisi penolakan kedatangan Yusril Ihza Mahendra yang dipasang pusat kota Pulau Laut, ibu kota Kabupaten Kotabaru. Yusril merupakan kuasa hukum perusahaan tambang PT Silo Grup yang sebelumnya menggugat kebijakan Gubernur Kalsel mencabut tiga IUP perusahaan tersebut.

"Ada informasi rencana kedatangan Yusril ke Kotabaru dan warga bereaksi menolak kedatangannya," ungkap Sugianoor, Ketua Dewan Adat Dayak Kotabaru, Selasa (3/7).

Spanduk penolakan ini bertebaran dipasang di jalan-jalan pusat kota kabupaten.

Yusril dianggap mendukung aktivitas tambang yang bertentangan dengan sikap warga menolak adanya kegiatan tambang di Pulau Laut. Terlebih, saat ini sejumlah wilayah di Pulau Laut dilanda banjir.

"Pulau Laut ini pulau kecil. Tidak ditambang saja sudah sering banjir, apalagi nanti jika ada tambang, maka dipastikan terjadi kerusakan lingkungan dan ancaman bencana banjir akan semakin besar," ujarnya.

Pada bagian lain, kampanye penolakan eksploitasi sumber daya alam tambang batu bara di Pulau Laut dan pulau-pulau kecil lainnya terus dilakukan organisasi lingkungan di Kalsel.

Sejumlah organisasi lingkungan terus mendorong pemerintah daerah setempat untuk tidak lagi mengandalkan sektor pertambangan sebagai sumber pendapatan daerah dan mengkampanyekan bahwa masyarakat bisa sejahtera tanpa tambang.

Kampanye Sejahtera Tanpa Tambang ini dilakukan organisasi lingkungan seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Pena Hijau Indonesia yang menjadi bagian kampanye menyelamatkan Kalsel dari ancaman bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan imbas gencarnya eksploitasi sumber daya alam melalui kegiatan pertambangan.

Selain tambang organisasi lingkungan Kalsel juga menentang ekspansi perkebunan monokultur skala besar seperti sawit terutama di lahan rawa.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...