(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kedutaan Saudi Di Teheran Diserang

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Kedutaan Saudi Di Teheran Diserang
WinNetNews.com - Para demonstran yang memprotes eksekusi seorang tokoh Syiah di Arab Saudi menyerbu masuk kantor kedutaan negara itu di Teheran, Iran, dan melemparkan bom bensin sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi, Sabtu (2/1).

Menurut Kantor Berita ISNA, insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman kematian tokoh Syiah, Nimr al-Nimr, 56, yang dihukum mati di Arab Saudi karena memimpin demonstrasi anti-pemerintah sejak 2011.

Berita eksekusi tersebut memicu kecaman meluas di wilayah-wilayah mayoritas Syiah di Iran dan Irak.

Nimr, yang pernah belajar teologi selama lebih dari satu dekade di Iran, adalah salah satu dari 47 narapidana yang dieksekusi dengan vonis terorisme hari Sabtu.

Iran, yang mayoritas warganya adalah penganut Syiah, sejak lama menjadi rival Kerajaan Saudi. Dalam reaksinya atas eksekusi Nimr, Pemerintah Iran mengatakan "pemerintah Saudi mendukung gerakan teroris dan ekstremis, namun melawan kritik dalam negeri dengan penindasan dan eksekusi."

 

Juur bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari mengatakan Saudi akan "membayar mahal atas kebijakan-kebijakannya ini."

Sebagai jawabannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan telah memanggil duta besar Iran untuk menyatakan protes atas "Pernyataan-pernyataan Iran yang agresif terhadap hukuman sah yang dilaksanakan hari ini."

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Saudi mengklaim para narapidana itu divonis bersalah menganut ideologi radikal "takfiri"; bergabung dengan "organisasi teroris"; dan membuat "rencana-rencana kejahatan".

Daftar narapidana yang dieksekusi termasuk sejumlah penganut Suni yang divonis bersalah terlibat dalam serangan Al-Qaeda yang menewaskan warga Saudi dan orang asing pada 2003 dan 2004.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});