Kehadiran Presiden Tiongkok Ke AS Kemungkinan Sulit Direalisasikan

Kehadiran Presiden Tiongkok Ke AS Kemungkinan Sulit Direalisasikan

Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS) kemungkinan sulit direalisasikan. Sebab seorang pengusaha AS ditahan selama enam bulan di Tiongkok karena diduga sebagai mata-mata.

Kementerian Keamanan Nasional Tiongkok menahan Sandy Phan-Gillis pada Maret dan ia diusut atas dugaan menjadi mata-mata dan mencuri rahasia negara, kata laman savesandy.org, yang memberikan keterangan mengenai Sandy dan perkaranya seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2015).

Phan-Gillis ditahan saat melintasi perbatasan ke Makau di akhir kunjungan delegasi dagang ke Tiongkok, dari ibukota Texas, Houston. Ia merupakan anggota Dewan Pembangunan dan Perdagangan Internasional kota.

Delegasi yang terdiri atas lima anggota itu juga mengunjungi kota-kota lain termasuk Beijing, Guangzhou dan Shenzhen, dan hanya Phan-Gillis yang ditahan, imbuh dia.

"Sandy bukan seorang mata-mata ataupun pencuri," kata suaminya, Jeff Gillis, dalam laman tersebut.

Tidak jelas kenapa kasus ini tidak dipublikasikan hingga informasi pertama diunggah di laman itu, Senin (21/9/2015).

"Sandy telah ditahan selama lebih dari enam bulan, dan ia tidak diizinkan bertemu atau berbicara dengan teman-teman, keluarga, bahkan dengan pengacaranya saat itu," kata laman tersebut.

"Pihak berwajib Tiongkok mengakui bahwa mereka tidak punya cukup bukti untuk mengajukan dakwaan resmi terhadap Sandy, namun mereka belum melepaskannya," katanya.

Phan-Gillis memiliki asal-usul keluarga di Tiongkok selatan namun ia dilahirkan di Vietnam. Phan-Gillis meninggalkan negara tersebut pada akhir 1970-an sebagai bagian dari eksodus manusia perahu yang lari dari pemerintahan Komunis.