Keindahan Ujung Genteng Tak Berujung

Keindahan Ujung Genteng Tak Berujung

Berlokasi di ujung pantai selatan, kec. Ciracap, kab. Sukabumi.Tetapi, perjalanan ke Wisata Ujung Genteng sekaligus mengitarinya , dapat dikatakan tidak berujung ! Mengapa ? Dikarenakan sangat banyak tempat yang fantastis yang berada di dalam wilayah ini. Di tiap titik termasuk penjelajahan ke titik itu mengandung cerita yang tak berujung pula. Pahit-Manis-getir-Menawan-Tragis. Semua bisa anda rasakan kalau kita menelusuri habis kisah di dalamnya dari warga setempat.

CURUG CIKASO

Salah satu lokasi paling populer ketika pengunjung berwisata menuju wisata ujung genteng.Wisatawan yang berkunjung ke wisata ujung genteng posisi pastinya di surade. Curung cikaso menjadi spesial karena lekukan lereng batu yang menjadi kan curug ini seolah terbagi jadi 3 curug yang tiap curung memiliki nama yakni Curug Asepan, Curug Meong lalu Curug Aki. Untuk tiba ke Curug ada 2 jalan, yakni dengan memakai perahu dengan biaya sekitar 80rb (kapasitas 10 org) atau menelusuri sawah selama 15 menit.

CURUG CIGANGSA

Air terjun ini berlokasi di Surade. Curug Cigangsa ini memiliki kontur pendek dan melebar.Berkunjung kesini lebih memerlukan pengorbanan. Berjalan sekitar 15 sampai 20 menit mulai dari wilayah persawahan dan kebun. Lalu menyebrang sungai setinggi lutut orang dewasa.sesudah itu, medannya langsung turun curam. Kita telah sampai di depan curung cigangsa. Disuguhkan air jeram nya yang seolah mengundang kita mandi disana.

GOA SUNGGING

Goa ini menceritakan banyak kisah. Konon Goa yang memiliki luas sekitar 6 hektar itu adalah tempat pelarian prabu siliwangi. Di bagian dalam ada banyak sekali stalagnit bermacam bentuk. Tinggi yang tidak rata, kadang kadang kita terpaksa menunduk untuk bisa terus berjalan menuju goa sungging. Tapi jika sudah tau jalan, hanya memakan waktu kurang lebihnya 60 menit saja dari curug cigangsa.kita sudah dapat sampai di depan gua ini. Tiket Masuknya 30,000 rupiah.

PANTAI PANGUMBAHAN

Ada tempat konservasi penyu hijau Yang Awalnya lokasi konservasi ini dipunyai oleh swasta. Tetapi semenjak tahun 2008 diambil kembali oleh departemen perikanan. Siklusnya rutin, hampir tiap malam ada penyu yang berkembang biak, telurnya dilindungi di dalam bilik bambu. Lalu setiap pagi tukik di bebaskan ke lautan. Begitu terus tiap hari.hidup penyu terbilang keras. Dimulai dari telurnya yang ada potensi gagal menetas diakibatkan sering bermigrasi, ataupun tersetuh tangan manusia dan telur lain.sesudah menetas, panas nya pasir, kepiting dan burung bisa mencemaskan kehidupan mereka. Sesudah di laut misah ada rintangan dari ikan besar , camarlaut ataupun manusia.Cuma ada 1 dari 100 penyu yang bisa bertahan sampai umur dewasa atau sekitar 30tahun. Tetapi saat sudah besar dan siap berkembang biak, kunjungan dari banyak orang lalu ditambahi sinar dari kamera lensa dari berbagai sisi sangat mengganggu ketenangan dari penyu. Jika sudah begitu, banyak yang akhirnya tak bertelur dan kembali ke lautan.

PANTAI CIPANARIKAN

Cukup dekat dari Pangumbahan menjuju ke barat. Ombak yang deras. Paparan pasir berwarna coklat yang membentang. Wilayah ini sempurna untuk melihat matahari terbenam.berkunjung ke cipanarikan perlu pengorbanan. Medannya masih berantakan, sangat susah bagi kendaraan agar bisa meluncur dengan mulus tanpa hambatan baik roda 2 ataupun roda 4.

PANTAI OMBAK TUJUH

Pantai ini jauh lebih menantang. Medannya lebih hancur dibandingkan ke Cipanarikan.Menjadi kesukaan para wisatawan bule, dikarenakan gelombang di sini,yang konon dapat mencapai tujuh lapis, sangat ideal bagus buat para peselancar.

PANTAI AKUARIUM

Hanya berjalan kaki dari pasar ikan.Pantainya kecil, tidak dapat terlalu bebas untuk bergerak ataupun bergulingan dikarenakan bisa langsung bertabrakan dengan pohon.tetapi pasirnya putih, tak ada salahnya berkunjung kesini untuk membakar ikan. Jadi memang tak ada yang mudah di wisata ujung genteng. Biasanya makin indah suatu lokasi, makin susah jalan menuju kesana. 

Jadi tunggu apalagi traveller.. Buruan Nikmati wisata ke ujung genteng ^^