Keinginan HRS Hadiri Reuni 212 Terkendala Surat Pencekalan, Kemlu Malah Tidak Tahu
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. [Foto: Riau24.com]

Keinginan HRS Hadiri Reuni 212 Terkendala Surat Pencekalan, Kemlu Malah Tidak Tahu

Senin, 11 Nov 2019 | 11:31 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) membeberkan alasan jika dirinya dicekal tak bisa ke luar wilayah Saudi lantaran permintaan pemerintah Indonesia. Padahal, HRS sangat ingin menghadiri acara Reuni 212, Senin (2/12).

Pernyataan itu ia sampaikan melalui tayangan video di Youtube Front TV, Jum’at (8/11). Dalam video berdurasi panjang itu, HRS menyebut jika surat pencekalan belum juga dicabut, acara Reuni 212 harus tetap berjalan.

"Saya akan ikut InsyaAllah pada acara 212 yang akan datang. Apabila cekal ini masih belum juga dicabut oleh pemerintah saudi karena alasan keamanan tetap saja reuni 212 harus digelar dan diadakan. Ada saya atau tidak ada saya, saya hadir atau tidak hadir, reuni ini harus tetap digelar," katanya seperti dilansir Suara.com, Senin (11/11).

Menurutnya, acara Reuni 212 dinilai penting untuk membangkitkan kembali persaudaraan dan persatuan umat.

image0
Habib Rizieq Shihab (HRS) beberkan surat pencekalan Pemerintah Saudi
atas permintaan Pemerintah Indonesia lewat video Youtube Front TV. [Foto: Detik.com]

"Kenapa (Acara Reuni 212 penting)? Untuk dibangkitkan kembali persaudaraan dan persatuan kita sekaligus semangat juang utnuk membela bangsa, agama dan negara," ujarnya.

Dalam video berjudul "Sambutan Habib Rizieq Syihab pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW DPP FPI", Rizieq menyebut dirinya dicekal oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

"Saya sampaikan sekali lagi kepada seluruh bangsa Indonesia. Kepada seluruh kerabat dan sahabat, bahwa sejak satu tahun tujuh bulan lalu, tepatnya sejak tanggal 1 syawal tahun 1439 H, saya dicekal oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia," katanya.

Rizieq mengemukakan dirinya tidak diperkenankan keluar dari Saudi Arabia. Padahal, sejak lama ingin sekali pulang ke tanah air.

"Sebetulnya saya ingin pulang, saya ingin kembali ke Indonesia. Tetapi karena cekal tidak dicabut, saya tidak bisa kembali ke Indonesia. Nah karena itu, saya dan kawan2 telah berusaha selama satu tahun setengah ini, memberikan pengertian, membujuk pemerintah Saudi agar mereka bisa mencabut cekalnya," ujar Imam Besar FPI ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...