Kejagung Sidik Kasus Novanto, Setelah Barang Bukti Terkumpul

Kejagung Sidik Kasus Novanto, Setelah Barang Bukti Terkumpul

WinNetNews.com - Kasus dugaan pemufakatan jahat oleh Ketua DPR, Setya Novanto, kini tengah diselidiki Kejaksaan Agung. Saat ditemui di Istana Negara, Jaksa Agung Prasetyo menyebut tak mau terburu-buru dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut. Prasetyo mengungkap saat ini pihaknya masih melakukan tahap awal proses penyelidikan.

"Tidak harus terburu-buru, tapi pasti, kita harus maju," Kata Prasetyo.

Diketahui bahwa kejagung telah meminta ketarangan Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin (Dirut PT Freeport Indonesia). Kejagung pun telah menyelidiki validasi rekaman pembicaraan antara Setya Novanto-Reza Chalid-Maroef Sjamsoeddin, dengan cara meminjam ponsel milif Maroef yang digunakan untuk merekam.  Jika seluruh barang bukti yang dibutuhkan telah lengkap, maka kasus ini akan meningkat ke tahap penyidikan.

Baca juga artikel: Maroef Tolak Rekaman Asli Diserahkan Ke MKD

"Kalau proses hukum, kalau ada bukti-bukti tentu ada tersangkanya dong, tentu kita cari yang berpotensi tersangka siapa," kata Jaksa Agung M Prasetyo, Jumat (11/12/2015).

Sementara itu, siang ini MKD menggelar rapat internal untuk menentukan langkah-langkah ke depan terkait terkait kasus pemufakatan jahat Novanto itu.  Dalam Rapim (Rapat Pimpinan) MKD yang dilaksanakan pukul 13.00 WIB memutuskan untuk menghadirkan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan pada pertemuan berikutnya,  yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (14/12/15) pekan depan.